Karhutla Terdampak Gangguan Pernapasan, Nevi Tegaskan Harus Darurat Kesehatan
- 13 Sep 2026 08:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai telah berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat.
- Data Kementerian Kesehatan per 9 September mencatat 113.336 warga mengalami gangguan pernapasan yang berkaitan dengan kebakaran.
- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina, mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai keadaan darurat kesehatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai telah berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan per 9 September mencatat 113.336 warga mengalami gangguan pernapasan yang berkaitan dengan kebakaran.
Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan data 1 September yang mencapai 50.891 orang. Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat penanganan dampak kesehatan akibat karhutla.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina, mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai keadaan darurat kesehatan. Menurutnya, penanganan tidak boleh hanya berfokus pada aspek lingkungan.
“Ketika lebih dari 100 ribu orang mengalami gangguan pernapasan akibat asap, karhutla sudah bukan sekadar persoalan lingkungan. Ini keadaan darurat kesehatan masyarakat,” ujar Nevi.
Nevi juga menyoroti lebih dari 12,5 juta warga di tujuh provinsi yang terpapar asap karhutla. Ia meminta pemerintah segera memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Ketersediaan masker, oksigen, obat-obatan, fasilitas kesehatan, dan informasi kualitas udara harus dipastikan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Menurut Nevi, pemerintah tidak boleh menunggu jumlah warga terdampak terus meningkat. Respons kesehatan harus diperkuat sejak risiko terhadap masyarakat mulai menunjukkan peningkatan.
“Warga tidak boleh dibiarkan menghadapi asap sendirian. Negara harus hadir memastikan masyarakat tetap bisa bernapas dengan aman dan mendapatkan layanan kesehatan ketika terdampak,” katanya.
Selain penanganan kesehatan, Nevi mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan karhutla. Pengawasan wilayah rawan kebakaran, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, dan perlindungan kawasan gambut dinilai harus menjadi prioritas.
“Karhutla tidak boleh menjadi bencana yang kita tangani setiap tahun dengan pola yang sama. Kita harus memutus siklusnya dari hulu, sekaligus memastikan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Nevi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....