Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakata, Ini Imbauan Dokter Tirta
- 06 Sep 2026 10:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dokter Tirta mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik.
- Abu di rumah sebaiknya dibersihkan menggunakan air, sementara olahraga outdoor sementara dialihkan ke indoor.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerhati kesehatan masyarakat Dokter Tirta membagikan tips menghadapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menurut sejumlah laporan warganet, abu vulkanik tersebut telah menyebar hingga wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Melalui Instagram pribadinya, @dr.tirta mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut terutama bagi warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik.
Menurut dr. Tirta, abu vulkanik yang terlalu sering terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan. Paparan tersebut juga dapat memicu reaksi alergi hingga bronkitis pada kondisi tertentu.
"Kalau ke mana-mana aktivitas outdoor, walaupun abunya tipis, itu harus memakai masker. Karena abunya kalau terhirup terlalu sering bisa menyebabkan reaksi alergi," ujar dr. Tirta.
Ia juga mengingatkan masyarakat tidak menyapu abu vulkanik di rumah maupun halaman. Menurutnya, cara tersebut justru membuat abu kembali beterbangan dan mengganggu pernapasan.
"Kalau kalian mau bersihin abu yang ada di rumah, di halaman, jangan disapu. Disiram pakai air supaya abunya tidak tambah terbang," katanya.
Untuk abu yang menempel pada wajah, masyarakat disarankan segera membersihkannya menggunakan sabun pencuci wajah. Dr. Tirta mengingatkan agar wajah tidak langsung digosok untuk mencegah kulit tergores.
"Kalau kena muka, itu segera gunakan facial wash yang proper. Jangan langsung digesek, karena bisa mbaret-baret," ujar dr. Tirta.
Dr. Tirta juga meminta masyarakat tidak khawatir jika mencium bau yang berbeda akibat abu vulkanik. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu hal yang perlu dimaklumi.
Bagi masyarakat yang gemar berolahraga outdoor, dr. Tirta menyarankan sementara beralih ke aktivitas indoor. Hal tersebut untuk mengurangi risiko menghirup abu vulkanik selama berolahraga.
"Teman-teman yang hobi berolahraga outdoor, diganti dulu di indoor ya. Daripada Anda berisiko terhirup abu vulkanik semakin banyak," katanya.
Meski demikian, masyarakat tetap dapat beraktivitas di luar dengan menggunakan masker. Dr. Tirta mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama abu menyebar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....