Aktivitas CFD Tetap Ramai, Warga Waspadai Dampak Abu Vulkanik

  • 06 Sep 2026 08:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Keni menyarankan aktivitas luar yang tidak penting dikurangi sementara dan pemerintah memberi arahan jelas.
  • Aktivitas CFD tetap berlangsung di tengah informasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Keni tetap datang ke CFD sambil menggunakan masker dan memperhatikan kondisi kesehatannya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Aktivitas Car Free Day (CFD) tetap berlangsung di tengah informasi mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sejumlah warga tetap datang ke kawasan CFD untuk berolahraga dan menikmati suasana Minggu pagi, 6 September 2026.

Keni, warga Pasar Baru, menjadi salah satu pengunjung yang tetap datang ke kawasan CFD. Sebelum berangkat, ia mengaku menerima informasi tentang sebaran abu vulkanik yang mulai memasuki Jakarta melalui media sosial.

“Saya dapat info kalau abu vulkanik sudah sampai sini dan disarankan tidak lari hari Minggu ini. Tapi karena ingin melihat kondisi lapangan, saya tetap datang,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI, Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

Meski mengetahui informasi tersebut, Keni memilih tetap beraktivitas dengan memperhatikan kondisi kesehatannya. Ia juga menggunakan masker sebagai langkah perlindungan ketika berada di luar rumah.

“Kalau ingin keluar rumah, pakai masker dan hentikan dahulu aktivitas luar yang tidak terlalu penting. Kalau dari kami tidak ada persiapan khusus, tetapi tetap menjaga kesehatan,” katanya.

Keni mengaku penggunaan masker sebenarnya sudah menjadi kebiasaannya saat berada di jalan. Menurutnya, kualitas udara Jakarta sehari-hari juga menjadi alasan untuk tetap mengenakan masker.

Selain menjaga kesehatan, Keni berharap pemerintah memberikan arahan apabila kondisi udara semakin memburuk. Menurutnya, pembatasan aktivitas sementara dapat dipertimbangkan ketika situasi memang membutuhkan.

“Mungkin masyarakat yang ingin keluar rumah bisa memakai masker dan menghentikan aktivitas luar yang tidak penting. Pemerintah mungkin bisa menetapkan stay lock down seperti saat Covid dahulu,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....