Mengenal ISPA, Gangguan Pernapasan yang Bisa Dipicu Kabut Asap
- 02 Sep 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat dengan gejala mulai dari batuk hingga sakit tenggorokan.
- ISPA terjadi ketika saluran pernapasan mengalami infeksi akibat berbagai mikroorganisme sesuai informasi dari Kementerian Kesehatan.
- Gejala ISPA dapat muncul dalam waktu singkat dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada setiap individu penderita.
RRI.CO.ID, Jakarta — Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat menyerang saluran pernapasan dan menimbulkan berbagai gejala, mulai dari batuk hingga sakit tenggorokan.
Melansir Kementerian Kesehatan, ISPA dapat terjadi ketika saluran pernapasan mengalami infeksi akibat berbagai mikroorganisme. Gejalanya bisa muncul dalam waktu singkat dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang.
Penyebab ISPA cukup beragam, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur. Selain infeksi, paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Keluhan akibat ISPA cukup beragam dan dapat menyerupai penyakit pernapasan lainnya. Gejala yang umum antara lain batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, dan sesak napas.
Kabut asap dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan karena mengandung berbagai partikel dan polutan. Partikel berukuran kecil bahkan dapat masuk hingga ke dalam paru-paru ketika terhirup.
Paparan asap juga dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan, termasuk ISPA.
Risiko dampak kesehatan akibat kabut asap tidak sama pada setiap orang. Bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru termasuk kelompok rentan.
Masyarakat dapat mengurangi paparan asap dengan membatasi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika kualitas udara sedang buruk dan aktivitas luar tidak dapat dihindari.
Selain itu, masyarakat perlu memantau kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan mengurangi aktivitas luar ruangan saat tingkat polusi meningkat.
Menjaga kebersihan diri juga penting untuk membantu mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan. Masyarakat dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Asap kebakaran juga dapat memperburuk kondisi orang yang sebelumnya memiliki penyakit pernapasan. Penderita asma atau penyakit paru kronis perlu lebih waspada ketika kualitas udara menurun.
Jika muncul keluhan pernapasan, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikannya begitu saja. Terutama jika muncul sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk, segera periksakan diri.
ISPA sendiri tidak selalu berarti seseorang terkena penyakit akibat kabut asap. Infeksi tersebut memiliki berbagai penyebab, sedangkan asap dan polusi dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Karena itu, menjaga kualitas udara menjadi salah satu langkah penting selama terjadi kabut asap. Masyarakat juga perlu mengurangi paparan asap dan memperhatikan kondisi tubuh selama berada di wilayah terdampak. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....