Wamenkes: Bedah Janin Terbuka Bakal Direplikasi di Rumah Sakit Daerah
- 26 Agt 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Teknologi bedah janin terbuka merupakan terobosan besar dunia kedokteran Indonesia yang memungkinkan koreksi kelainan bawaan janin sebelum bayi dilahirkan.
- Kelainan bawaan seperti mielomeningokel dapat dikoreksi melalui prosedur bedah janin terbuka saat ibu masih mengandung, meningkatkan peluang pemulihan dan pertumbuhan sehat bayi.
- Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan teknologi ini sebagai pencapaian signifikan dalam kemajuan layanan kesehatan maternal dan neonatal di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut teknologi bedah janin terbuka menjadi terobosan besar dunia kedokteran Indonesia. Teknologi tersebut memungkinkan kelainan bawaan janin, termasuk mielomeningokel, dikoreksi sebelum bayi dilahirkan sehingga peluang pemulihan meningkat.
“Keberhasilan bedah janin terbuka saat ibu masih mengandung menjadi terobosan besar bagi dunia kedokteran Indonesia. Teknologi ini memungkinkan kelainan bawaan, termasuk mielomeningokel, dikoreksi sebelum bayi dilahirkan sehingga peluang tumbuh sehat semakin besar,” kata Dante Saksono Harbuwono saat konferensi pers Proctoring Fetal Surgery di Rumah Sakit Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dante menegaskan teknologi bedah janin akan direplikasi di sejumlah rumah sakit daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses layanan bedah janin berkualitas tanpa menjadikannya layanan eksklusif di satu rumah sakit.
“Saya pastikan teknologi bedah janin ini akan bisa direplikasi di rumah sakit-rumah sakit lainnya. Dengan demikian, layanan ini dapat diperluas sehingga semakin banyak pasien memperoleh manfaat teknologi kedokteran tersebut,” ujar Dante.
Dante menyampaikan Kemenkes bersama Ditjen Kesehatan Lanjutan mendorong penerapan teknologi bedah janin di sejumlah rumah sakit daerah lainnya. Menurutnya, penanganan kelainan bawaan janin perlu dilakukan sedini mungkin melalui tindakan koreksi ketika bayi masih dalam kandungan.
“Tidak hanya mielomeningokel sekarang ini. Tetapi kelainan-kelainan bawaan janin yang lainnya bisa dioperasi pada saat ibunya masih mengandung,” ujar Dante.
Dante berharap keberhasilan ini menjadi momentum memperluas kemampuan layanan kedokteran fetomaternal dan meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi medis berkualitas. Langkah ini dinilai penting agar layanan berstandar tinggi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....