Wamenkes Dante: Lansia Bukan Beban, Melainkan Aset Berharga Bangsa

  • 13 Jun 2026 14:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menegaskan lansia merupakan aset bangsa yang harus dijaga kesehatannya dan kemandiriannya.
  • Menurut Dante, peningkatan jumlah lansia menjadi peluang pembangunan melalui pengalaman, kearifan, serta kontribusi produktif berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menegaskan lansia merupakan aset bangsa yang harus dijaga kesehatannya dan kemandiriannya. Menurut Dante, peningkatan jumlah lansia menjadi peluang pembangunan melalui pengalaman, kearifan, serta kontribusi produktif berkelanjutan.

“Lansia bukan beban, melainkan aset berharga bangsa yang kaya pengalaman, kearifan, serta menjadi teladan bagi generasi muda. Karena itu, kesehatan dan kemandirian lansia harus terus dijaga agar tetap mampu berkontribusi bagi masyarakat,” kata Dante Saksono Harbuwono saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Kesehatan 2026 di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Dante menyebutkan hampir 12 persen penduduk Indonesia merupakan lansia dan jumlahnya diperkirakan mencapai 40 juta jiwa. Ia menambahkan 16 provinsi telah memasuki fase penuaan penduduk sehingga diperlukan sistem kesehatan yang lebih ramah.

Ia mengungkapkan data skrining kesehatan menunjukkan sekitar 2,8 persen lansia mengalami ketergantungan sedang hingga total. Sehingga, kata Dante, kebutuhan layanan perawatan jangka panjang menjadi isu yang harus segera direspons.

“Artinya perawatan jangka panjang bukan lagi isu masa depan. Ini adalah kebutuhan nyata hari ini,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan lansia. Saat ini sekitar 87 persen puskesmas di seluruh Indonesia telah bertransformasi menjadi puskesmas yang ramah dan santun terhadap lansia.

“Layanan geriatri terpadu di rumah sakit terus kami perkuat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan lansia secara komprehensif. Kami juga mengembangkan ekosistem pendukung mencakup kesehatan fisik dan mental, teknologi, literasi finansial, serta caregiver,” ucap Dante.

Dante menekankan kesehatan lansia tidak hanya menjadi urusan sektor kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Menurut dia, lansia yang sehat dan mandiri akan memberikan dampak positif bagi keluarga maupun pembangunan nasional.

“Lansia sehat berarti keluarga bahagia dan lansia mandiri berarti masyarakat produktif. Lansia bermartabat berarti bangsa yang beradab,” kata Dante menutup sambutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....