Menko PMK Pastikan Rumah Sakit Lapangan Segera Dibuka di Manggarai

  • 17 Agt 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia akan membuka Rumah Sakit Lapangan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat pelayanan korban gempa.
  • Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menilai kapasitas RSUD Ruteng belum memadai menampung lonjakan pasien luka gempa.
  • Sejumlah korban gempa terpaksa menjalani perawatan di tenda darurat karena keterbatasan ruang pelayanan rumah sakit yang ada.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan segera membuka Rumah Sakit Lapangan untuk memperkuat pelayanan korban gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Pratikno menilai kapasitas RSUD Ruteng belum memadai menampung lonjakan pasien luka akibat gempa yang melanda NTT. Sejumlah korban terpaksa menjalani perawatan di tenda darurat karena keterbatasan ruang pelayanan rumah sakit.

“Karena kondisi rumah sakit kurang memadai, dan tadi pasien berada di tenda-tenda. Jadi, kami sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Kesehatan untuk dibuka Rumah Sakit Lapangan,” kata Pratikno dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Pratikno menjelaskan rumah sakit Lapangan disiapkan di Stadion Golo Dukal, Manggarai, karena memiliki lahan luas dan dinilai strategis. Fasilitas tersebut ditujukan menambah kapasitas layanan kesehatan sekaligus menampung pasien rujukan dari wilayah terdampak paling parah.

“Pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga dan pengungsi melalui bantuan lintas kementerian serta lembaga terkait. Bantuan tersebut dipastikan menjangkau masyarakat terdampak secara cepat dan merata sesuai kebutuhan di lapangan,” ucap Pratikno.

Pratikno menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan tambahan bantuan 50 ribu paket sembako bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Presiden memerintahkan kementerian menyalurkan bantuan melalui BNPB, Kementerian Sosial, dan lembaga terkait kepada warga terdampak gempa. Bantuan segera diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Pratikno.

Pemerintah pusat juga menggandeng BUMN, seperti Pertamina, PLN, dan Telkom, untuk mempercepat penanganan serta pemulihan wilayah terdampak. Pemerintah memastikan seluruh unsur bergerak bersama memperkuat keselamatan warga, layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan fasilitas publik.

“Harapannya adalah pemerintah pusat full time, full support, bekerja bersama-sama secara sinergis dengan aparat di daerah. Hal ini kita lakukan untuk menolong warga yang terdampak,” ujar Pratikno mengungkapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....