Menkes: Pemerintah Bangun Laboratorium Kesehatan di Seluruh Kabupaten/Kota

  • 15 Agt 2026 08:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meluncurkan program pembangunan dan renovasi laboratorium kesehatan masyarakat guna memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional.
  • Program ini dirancang agar setiap kabupaten/kota memiliki fasilitas diagnostik modern untuk mendeteksi penyebaran patogen dengan lebih cepat dan efisien.
  • Penguatan laboratorium merupakan pembelajaran penting dari pandemi COVID-19, ketika keterbatasan fasilitas diagnostik Indonesia menghambat deteksi dan pelacakan kasus penyakit.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembangunan dan renovasi laboratorium kesehatan masyarakat dilakukan untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional. Program tersebut ditujukan agar seluruh kabupaten/kota memiliki fasilitas diagnostik modern untuk mendeteksi penyebaran patogen secara lebih cepat.

Budi mengatakan penguatan laboratorium menjadi pelajaran penting pandemi COVID-19, ketika fasilitas diagnostik Indonesia masih terbatas. Keterbatasan tersebut menyulitkan pemerintah mendeteksi penyebaran virus secara cepat dan memperluas pelacakan kasus di berbagai daerah.

“Dulu saat COVID-19, kita kesulitan sekali melakukan tes diagnostik PCR karena alatnya tidak tersedia. Kondisi itu membuat kita kesulitan mengetahui penyebaran virus dan melakukan pelacakan terhadap masyarakat yang terpapar,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menkes menyampaikan pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat dinilai memperkuat kemampuan pemerintah mendeteksi dan memantau penyebaran patogen di berbagai daerah. Fasilitas tersebut mencakup kemampuan pemeriksaan terhadap patogen, termasuk virus dan bakteri, untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional.

“Ini seperti radar sistem kita, cuma musuhnya bukan musuh manusia. Tetapi musuhnya adalah patogen, bisa virus atau bakteri,” ujarnya.

Menkes Budi mengatakan laboratorium yang belum tersedia akan dibangun, sedangkan fasilitas yang ada akan direnovasi agar sistem surveilans modern. Selain itu, pemerintah melanjutkan pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit di berbagai daerah untuk pemerataan layanan kesehatan nasional.

Program tersebut melengkapi 66 rumah sakit yang sebelumnya telah masuk dalam program pembangunan. Sehingga standar pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota dapat semakin merata.

“Ini akan kita bangun rumah sakit-rumah sakit tersebut. Sehingga seluruh kabupaten kota nanti standar layanan rumah sakitnya sama,” kata Budi.

Budi mencontohkan pembangunan rumah sakit di Halmahera, Toraja Utara, Pulau Anambas, Manggarai Timur, dan Sanana. Pembangunan ditujukan memastikan masyarakat terpencil memperoleh layanan kesehatan dan peralatan modern setara rumah sakit di Pulau Jawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....