Menkes: Kekurangan Layanan Kesehatan Harus Segera Diperbaiki

  • 06 Agt 2026 11:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya peserta BPJS Kesehatan Yusrizal Tri Chaerawan yang merupakan kematian di usia muda.
  • Korban meninggal setelah menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit, mengindikasikan masalah aksesibilitas layanan kesehatan.
  • Menkes mengakui merasa gagal dalam menjalankan tugasnya dan menganggap kematian warga muda sebagai tanggung jawab pribadi yang berat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya peserta BPJS Kesehatan, Yusrizal Tri Chaerawan. Korban sebelumnya mengaku menunggu delapan jam memperoleh ruang rawat inap di rumah sakit.

“Setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih, apalagi kalau meninggalnya muda. Saya merasa saya sebagai Menkes tuh gagal, kok teman-teman kita ada yang meninggal muda,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut Budi, negara harus terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan berumur panjang. Ia mengatakan pemerintah menargetkan peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

“Jadi harusnya memang kita usahakan memberikan layanan terbaiklah. Ini dilakukan agar mereka bisa usianya lanjut sampai ke 76 tahun,” ujarnya.

Budi mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelayanan kesehatan yang harus segera dibenahi. Perbaikan tersebut, kata dia, mencakup fasilitas kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, hingga sumber daya manusia di sektor kesehatan.

“Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki. Baik itu di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya,” ucapnya.

Menkes mengajak masyarakat terus menyampaikan masukan untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Menurutnya, kolaborasi publik penting mendorong perbaikan layanan yang lebih baik.

“Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan. Langkah ini dikakukan itu kita bisa laksanakan,” katanya.

Diketahui, Sebelum meninggal Yusrizal Tri Chaerawan mengaku menunggu delapan jam untuk memperoleh ruang rawat inap. Pengalaman tersebut diungkapkan melalui unggahan akun Threads pribadinya.

“8 jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS-nya soalnya gue pakai BPJS,” tulis Yusrizal dalam unggahannya pada 22 Juli 2026.

Kabar meninggalnya Yusrizal kemudian disampaikan oleh sepupunya, Hilda Aprianti Perdana, melalui akun media sosial milik almarhum. Dalam unggahannya, Hilda menyebut Yusrizal meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026) setelah kondisinya memburuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....