Menkes Belum Lihat Konten Viral Selebgram yang Bandingkan RS Indonesia-Penang
- 11 Agt 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons konten viral selebgram Fahira Almira yang membandingkan layanan kesehatan Indonesia dengan Malaysia.
- Fahira Almira mengalami perbedaan diagnosis usus buntu dari tiga rumah sakit Indonesia, tetapi diagnosis berbeda diterima di rumah sakit Penang, Malaysia.
- Konten tersebut menjadi sorotan publik dan memicu respons dari Kementerian Kesehatan terkait kualitas layanan diagnosis rumah sakit Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merespon viralnya konten selebgram Fahira Almira terkait layanan kesehatan Indonesia. Konten tersebut membandingkan layanan dan diagnosis rumah sakit Indonesia dengan rumah sakit di Penang, Malaysia.
Konten Fahira Almira menjadi sorotan setelah mengaku mendapat diagnosis usus buntu dari tiga rumah sakit Indonesia. Namun, pemeriksaan di rumah sakit Penang menyatakan Fahira tidak mengalami penyakit tersebut, berdasarkan pengakuannya.
Perbedaan pengalaman medis memicu perdebatan publik mengenai akurasi diagnosis dokter di Indonesia. Tenaga medis menilai diagnosis harus dilihat berdasarkan kondisi klinis pasien secara menyeluruh dan objektif.
Menanggapi polemik tersebut, Menkes Budi mengaku belum melihat langsung konten yang viral di media sosial. “Saya belum lihat, tapi nanti saya akan catat, nanti aku cari,” kata Budi Gunadi Sadikin saat ditemui wartawan di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Sorotan juga muncul karena konten tersebut mencantumkan nama rumah sakit di Penang. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa unggahan tersebut berkaitan dengan promosi atau endorsement rumah sakit.
Namun, hingga kini belum terdapat konfirmasi resmi mengenai adanya kerja sama komersial antara Fahira Almira dan rumah sakit di Penang. Budi mengatakan akan terlebih dahulu melihat dan mempelajari konten tersebut sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut.
Polemik perbandingan layanan kesehatan antarnegara menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan Indonesia. Perbandingan tersebut juga berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....