RSUI Ingatkan Pentingnya Kondisi Ibu saat Pelaksanaan IMD

  • 09 Agt 2026 09:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • RSUI menegaskan kondisi kesehatan ibu adalah pertimbangan utama dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), terutama pada kasus persalinan sesar.
  • Ibu dengan komplikasi medis seperti preeklamsia, tekanan darah tinggi, atau perdarahan saat persalinan tidak dapat langsung melakukan IMD dan harus menunggu kondisi memungkinkan.
  • Direktur Utama RSUI Ari Kusuma menekankan bahwa protokol IMD harus disesuaikan dengan kondisi klinis ibu untuk memastikan keselamatan maternal dan neonatal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menegaskan kondisi kesehatan ibu menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Terutama bagi ibu yang menjalani persalinan melalui operasi sesar dan membutuhkan penanganan medis.

“Kondisi ibu harus menjadi pertimbangan, terutama jika mengalami preeklamsia, tekanan darah tinggi, atau perdarahan saat persalinan. Dalam kondisi tersebut, inisiasi menyusu dini belum dapat dilakukan dan menunggu kondisi ibu memungkinkan,” kata Direktur Utama RSUI Ari Kusuma dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurut Ari, IMD tetap dapat dilakukan setelah kondisi kesehatan ibu memungkinkan pascapersalinan. Ia menegaskan, pelaksanaannya harus mempertimbangkan kondisi medis ibu selama proses persalinan.

“Tetap perhatikan tentang kondisi ibu pada saat itu dan kondisi pada saat persalinan. Persalinan itu suatu proses, jadi mungkin ibu sedang kesakitan, disuruh menyusui, sementara sedang dijahit, itu juga harus diperhatikan,” ujarnya

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Ari menilai edukasi sejak masa kehamilan menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan IMD dan pemberian ASI eksklusif. Edukasi tersebut perlu diberikan kepada ibu sebelum proses persalinan berlangsung.

“Persiapan inisiasi dini, ASI eksklusif itu harus dipersiapkan dari awal, waktu masa kehamilan sudah diedukasikan. Sehingga waktu lahir, waktu mengejan, waktu operasi itu semua sudah bisa,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan IMD juga membutuhkan dukungan lingkungan rumah sakit. Mulai dari dokter obstetri dan ginekologi, dokter anak, bidan, hingga perawat.

“Lingkungannya harus mendukung. Dokter obginnya, dokter anaknya, bidan, nurse, segala macam. Semua akan disiapkan,” ujar Ari.

Ari menegaskan komitmen RSUI mendukung pemberian ASI harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia menilai edukasi kepada pasien penting untuk memastikan dukungan menyusui berjalan optimal.

“Jangan sampai ini hanya di atas kertas. Jadi artinya, kami sangat mengapresiasi teman-teman Satgas ASI dari IDAI yang mau melakukan proses ini,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....