IDAI Dorong Rantai Dukungan Hangat untuk Ibu Menyusui
- 09 Agt 2026 02:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IDAI mendorong penguatan rantai dukungan bagi ibu menyusui selama 1.000 hari pertama kehidupan untuk memastikan pemberian ASI berlangsung optimal.
- Dukungan ibu menyusui harus melibatkan kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, dan pemerintah guna menciptakan lingkungan kondusif.
- Dukungan berkelanjutan dan lingkungan yang kondusif diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi sekaligus memaksimalkan manfaat pemberian ASI.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong penguatan rantai dukungan bagi ibu menyusui selama 1.000 hari pertama kehidupan. Dukungan berkelanjutan dinilai penting untuk memastikan pemberian ASI berlangsung optimal sekaligus menjaga kesehatan ibu dan bayi.
Ketua Satgas ASI IDAI Dr. dr. Naomi Esthernita mengatakan dukungan ibu menyusui perlu melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, dan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan kondusif agar ibu mampu memberikan ASI secara optimal.
“Rantai dukungan yang hangat ini harus kita bangun bersama, kita menabur dan kita nanti kita menuainya belakangan. Jadi kita investasi dengan aksi,” kata Naomi Esthernita saat memberikan sambutan dalam Parayaan Pekan ASI Sedunia 2026 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), Depok, Jawa Barat, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan yang melindungi sekaligus memfasilitasi ibu menyusui. Salah satunya melalui penyediaan ruang laktasi yang nyaman di tempat umum.
“Pemerintah perlu memperkuat aturan pemasaran susu formula dan perlindungan maternal di tempat kerja untuk mendukung ibu menyusui. Kampanye serta edukasi penting ditingkatkan agar masyarakat memahami manfaat pemberian ASI bagi kesehatan ibu dan bayi,” ucap Naomi.
Naomi menekankan sistem kesehatan yang kuat diperlukan untuk mendukung pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Rumah sakit, kata dia, harus memiliki sistem yang mampu melindungi dan mendukung ibu menyusui.
“Rumah sakit harus memiliki sistem yang mendukung dan melindungi ibu menyusui selama menjalankan proses pemberian ASI. Hal ini penting agar ibu mendapatkan pendampingan dan fasilitas memadai untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya,” ujar Naomi.
IDAI mendorong rumah sakit menerapkan layanan ramah bayi dan menyediakan konselor laktasi kompeten untuk mendukung ASI eksklusif. Dukungan pasangan, keluarga, dan komunitas juga penting melalui bantuan perawatan bayi serta penguatan emosional bagi ibu.
“Pemberi kerja perlu memastikan perempuan tetap memperoleh hak menyusui meski harus menjalankan tanggung jawab pekerjaan. Cuti maternal berbayar serta fasilitas memerah dan menyimpan ASI dapat membantu ibu melanjutkan pemberian ASI setelah bekerja,” kata Naomi menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....