Menkes: Jangan Tunggu Sakit untuk Periksa Kesehatan

  • 07 Agt 2026 04:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin setiap tahun, meskipun seseorang merasa sehat.
  • Menkes menyebut, masyarakat perlu rutin memeriksa kesehatannya tanpa terlebih dahulu menunggu sakit.
  • Sebagian besar penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes, tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin setiap tahun. Meskipun seseorang merasa sehat.

Hal ini disampaikan merujuk pada data Kemenkes yang menemukan sekitar satu juta kasus baru hipertensi melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026. Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta yang pada tahun sebelumnya dinyatakan dalam kondisi sehat.

Selain itu, Kemenkes mencatat sebanyak 247 ribu dari 1,3 juta peserta yang sebelumnya berstatus prehipertensi kini telah berkembang menjadi hipertensi. Tren serupa juga ditemukan pada penyakit diabetes.

Dari hasil pemeriksaan ulang terhadap 8,3 juta peserta, sebanyak 188 ribu orang terdeteksi sebagai kasus baru diabetes. Sementara itu, 16 ribu peserta yang sebelumnya berada pada kondisi prediabetes kini telah mengalami diabetes.

Menurut Menkes Budi Gunadi, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala. Masyarakat, kata dia, perlu rutin memeriksa kesehatannya tanpa terlebih dahulu menunggu sakit.

"Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi," ujar Budi di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurutnya, sebagian besar penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes, tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit maupun faktor risikonya sebelum berkembang menjadi komplikasi serius. Beberapa penyakit tersebut diantaranya seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menegaskan bahwa kondisi kesehatan seseorang bersifat dinamis. Sehingga hasil pemeriksaan yang baik pada tahun sebelumnya tidak menjamin kondisi serupa pada tahun berikutnya.

"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," kata Endang.

Di sisi lain, program CKG juga menunjukkan dampak positif dalam pengendalian penyakit. Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang menjalani pemeriksaan ulang. Ternyata tercatat sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengendalikan tekanan darah hingga kembali ke batas normal.

Hasil serupa juga terlihat pada penderita diabetes. Dari 340 ribu peserta yang dipantau kembali, sebanyak 235 ribu orang berhasil mengontrol kadar gula darahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....