BPJS Kesehatan Catat Satu Juta Anak Muda Idap Hipertensi

  • 28 Jun 2026 23:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta peserta di bawah usia 45 tahun mengidap penyakit hipertensi.
  • Lembaga jaminan kesehatan menyelenggarakan acara lari santai di Gelora Bung Karno Jakarta guna mendorong pembiasaan hidup sehat.
  • Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad mengimbau masyarakat agar tidak menunda kebiasaan berolahraga secara teratur sejak dini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat satu juta lebih anak muda Indonesia terdiagnosis penyakit hipertensi. Selain itu terdapat 400 ribu jiwa usia produktif yang didiagnosis menderita penyakit diabetes melitus.

Sebanyak 79 juta peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjalani skrining riwayat kesehatan. Pemeriksaan tersebut mendeteksi 23 juta warga berisiko hipertensi dan 17 juta jiwa rentan diabetes melitus.

BPJS Kesehatan mendorong kesadaran tersebut saat acara olahraga santai di Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026. Ajang bertajuk Health Fun Run itu diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun lembaga yang ke-58.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito turut memeriahkan agenda olahraga massal nasional tersebut. Saat ini kepesertaan program JKN telah menjangkau lebih dari 285 juta jiwa di seluruh Indonesia.

"Kemudian sekali lagi, kegiatan ini utamanya adalah promotif preventif, untuk mencegah hipertensi dan diabetes pada usia muda, membantu program pemerintah, membantu program Kemenkes untuk promotif preventif karena biaya kesehatan akan rendah kalau kita mencegah penyakit. Ya, tetapi yang paling penting adalah BPJS-nya harus aktif," katanya.

Pujo mengungkapkan bahwa kebiasaan berolahraga secara teratur merupakan investasi kesehatan masa depan yang sangat berharga. Layanan tersebut saat ini ditunjang oleh 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di seluruh wilayah.

"Sangat penting. Satu, adalah menjaga kesehatan, olahragawan itu. Ke dua, kalau sakit, kartunya aktif untuk perlindungan," ujarnya.

BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 3.221 rumah sakit serta klinik utama di seluruh penjuru. Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda Raffi Ahmad turut memberikan pesan positif dalam acara ini.

"Hidup sehat itu jangan dimulai dari besok, besok, besok. Dimulai dari saat ini juga. Apalagi untuk anak-anak muda, terutama karena sehat itu mahal, sehat itu penting," ucapnya.

Raffi menilai bahwa sinergi dari seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan ketahanan fisik bersama. Jumlah peserta jaminan kesehatan tersebut kini telah mencakup lebih dari 98 persen penduduk Indonesia.

"Jadi dari usia dini, dari anak-anak muda, untuk generasi muda, makanan sehat penting, hidup pola sehat penting, tidur cukup penting. Jadi yang paling terpenting, BPJS Kesehatan mengajarkan kita, sehat itu dimulai dari sekarang, bukan besok atau nanti," katanya.

Melalui langkah kecil berolahraga masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi sistem jaminan nasional berkelanjutan. Upaya pembiasaan aktivitas fisik secara rutin menjadi fondasi utama mewujudkan generasi sehat pada 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....