BPJS: 79 Persen Penderita Penyakit Kronis di Banten Belum Ikut Prolanis

  • 28 Jul 2026 02:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 358.801 warga diwailayah Provinsi Banten terjangkit penyakit atau mengalami penyakit kronis
  • Jumlah tersebut berdasarkan catatan Badan Penye­lenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

RRI.CO.ID, Banten – Sebanyak 358.801 warga di Provinsi Banten tercatat menderita penyakit kronis berdasarkan data BPJS Kesehatan. Namun, baru sekitar 21 persen peserta yang aktif terdaftar dan rutin mengikuti Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, Yessi Kumalasari, mengatakan masih terdapat sekitar 79 persen peserta yang belum bergabung dalam Prolanis. Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan penyakit kronis.

"Masih banyak yang belum terdaftar. Sekitar 79 persen," ujar Yessi, Senin 27 Juli 2026.

Yessi menjelaskan Prolanis dirancang untuk membantu mencegah keparahan penyakit kronis, terutama diabetes melitus (DM) dan hipertensi. Saat ini, program tersebut masih difokuskan pada dua jenis penyakit tersebut.

"Saat ini klub Prolanis masih terbatas pada penyakit DM dan hipertensi," katanya.

Melalui Prolanis, peserta mendapatkan pendampingan pengelolaan penyakit secara terstruktur dan berkelanjutan. Fasilitas yang tersedia meliputi senam sehat, konsultasi kesehatan rutin, pemeriksaan laboratorium penunjang, hingga pelayanan obat-obatan.

"Program promotif dan preventif merupakan upaya pencegahan atas keparahan penyakit sekaligus sasaran kepada individu supaya keparahan penyakit bisa dicegah. Kegiatannya adalah Prolanis," ucap Yessi.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengajak masyarakat yang menderita penyakit kronis untuk aktif mengikuti Prolanis. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas hidup sekaligus menekan risiko komplikasi.

Andra menegaskan pembangunan kesehatan saat ini lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif dibandingkan pengobatan setelah masyarakat jatuh sakit. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat, deteksi dini, dan pengendalian faktor risiko.

"Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit, tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif. Menjaga masyarakat terutama penyandang penyakit kronis tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko," ujarnya.

Menurut Andra, Prolanis membantu peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang disediakan pemerintah bersama BPJS Kesehatan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....