Kolaborasi BRI Life-BIH Perkuat Akses Layanan Kesehatan bagi Nasabah
- 23 Jul 2026 01:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BRI Life dan Bali International Hospital (BIH) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sinergi antara layanan asuransi jiwa dan layanan kesehatan.
- Kerja sama bertujuan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi pemegang polis BRI Life melalui layanan yang terintegrasi dan berorientasi pada pasien.
- BRI Life memilih BIH sebagai mitra strategis di Indonesia Timur karena lokasinya di KEK Kesehatan Sanur dan potensinya sebagai pusat rujukan bagi 36.719 peserta BRI Life di Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua.
RRI.CO.ID, Denpasar - PT Asuransi BRI Life menjalin kerja sama dengan Bali International Hospital (BIH) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sinergi antara layanan asuransi jiwa dan layanan kesehatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi pemegang polis BRI Life sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang terintegrasi.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di BIH Sanur, Bali, dihadiri Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Komisaris Utama BRI Life M. Syafri Rozi, jajaran Komisaris dan Direksi BRI Life. Sementara dari Bali International Hospital dipimpin oleh President Director & Chief Executive Officer Dr. Noel Yeo.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan, BRI Life tidak hanya memberikan perlindungan finansial. Namun, juga berupaya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat saat menghadapi risiko kesehatan.
"Kolaborasi dengan Bali International Hospital ini mencerminkan visi BRI Life untuk bersama-sama menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, andal, dan berpusat pada kebutuhan setiap pasien," kata Aris dalam keterangannya, Rabu, 22 Februari 2026.
Menurut dia, kerja sama tersebut akan menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi, sehingga pasien memperoleh pelayanan medis berkualitas yang didukung solusi asuransi yang efisien. Dengan demikian, pasien dan keluarganya dapat lebih fokus pada proses pemulihan.
Direktur Operasional BRI Life Andrew Bain menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi akses layanan kesehatan bagi pemegang polis BRI Life, sistem rujukan terintegrasi, dan layanan kesehatan non-tunai (cashless). Kemudian, pemanfaatan layanan kesehatan (utilization management), hingga peningkatan mutu pelayanan bagi nasabah.
"Kemitraan ini akan mendukung strategi managed care BRI Life yang berfokus pada efisiensi dan optimalisasi layanan medis melalui kerja sama dengan mitra rumah sakit," ujar Andrew.
Ia menambahkan, Bali International Hospital dipilih sebagai mitra strategis di kawasan timur Indonesia karena lokasinya yang berada di Bali serta berpotensi menjadi pusat rujukan bagi nasabah BRI Life di Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua. Saat ini, jumlah peserta BRI Life di wilayah tersebut mencapai 36.719 orang.
Selain itu, BIH memiliki jaringan kemitraan dengan sejumlah institusi kesehatan internasional, seperti Icon Cancer Centre, Sapporo Cardiovascular Clinic, Innoquest Laboratories, dan SingHealth, yang didukung tenaga medis dari berbagai negara.
BRI Life juga mencatat peningkatan pemanfaatan layanan BIH oleh nasabahnya. Hingga 2026, jumlah klaim di rumah sakit tersebut meningkat sekitar 56 persen, sementara nilai klaim tumbuh sekitar 344 persen dibandingkan periode sebelumnya. Menurut Andrew, tren tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemegang polis terhadap layanan BIH.
Sementara itu, President Director Bali International Hospital Dr. Noel Yeo menyatakan kerja sama ini sejalan dengan visi BIH dalam menghadirkan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat.
"Kemitraan dengan BRI Life merupakan langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Kami berharap pemegang polis BRI Life memperoleh pengalaman layanan yang lebih terintegrasi, mulai dari administrasi hingga pelayanan medis berstandar internasional," ujarnya.
Bali International Hospital berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Denpasar. Rumah sakit tersebut memiliki kapasitas 255 tempat tidur, delapan kamar operasi, empat laboratorium kateterisasi (cath lab), serta fasilitas layanan intensif yang mendukung berbagai spesialisasi medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....