Diabetes Tak Terdeteksi, Ancaman Diam bagi Masyarakat
- 22 Jul 2026 22:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lebih dari 73 persen penyandang diabetes di Indonesia belum terdiagnosis.
- Rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan dan tingginya faktor risiko keturunan membuat jumlah kasus diabetes terus meningkat.
- Dokter mengimbau masyarakat mengenali gejala awal, menerapkan pola hidup sehat, serta rutin memeriksa gula darah untuk mencegah komplikasi serius.
RRI.CO.ID, Jakarta - Diabetes sering tidak disadari oleh sekitar 73 persen penyandang penyakit gula di tanah air. Kondisi kronis ini membuat sebagian besar penderita baru mengetahui setelah memasuki fase yang parah.
Penderita di Indonesia mencapai 20 juta jiwa dan diproyeksikan melebihi 30 juta orang pada tahun 2045. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mengestimasikan satu dari sepuluh warga kini telah hidup dengan penyakit tersebut.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Em Yunir mengonfirmasi tingginya kasus tidak terdiagnosis tersebut. Keadaan tersebut menjadi tantangan yang sangat besar bagi penanganan penyakit tidak menular di Indonesia.
“Yang bersangkutan tidak sadar dia diabetes, hingga akhirnya terdeteksi saat berobat penyakit lain atau masuk kondisi gawat darurat,” katanya.
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makky Zamzami menyatakan penderita kerap kali tidak menyadari adanya penyakit tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat diwawancarai Pro 3 RRI pada Selasa, 21 Juli 2026.
“Penyakit ini tidak terasa, prosesnya kronis, sehingga sering terlambat diketahui,” ujarnya.
Makky menjelaskan bahwa gejala penyakit diabetes sebenarnya ada namun kerap kali diabaikan oleh masyarakat. Rendahnya kesadaran publik terhadap kesehatan menjadi faktor utama tingginya kasus yang tidak terdiagnosis tersebut.
“Gejalanya meliputi sering haus, lapar, dan buang air kecil,” ucapnya.
Makky memaparkan faktor keturunan atau genetika juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut. Penerapan gaya hidup yang tidak sehat juga semakin memperburuk kondisi kesehatan masyarakat secara umum.
“Jika kedua orang tua diabetes, risiko anak bisa mencapai 70 sampai 80 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak orang saat ini tidak menyadari konsumsi zat gula secara berlebihan. Makanan sederhana seperti sambal dan sayur juga sering ditambahkan gula tanpa disadari oleh mereka.
“Masak sambal dan sayur saja juga ditambah gula, dan itu sering tidak disadari meningkatkan konsumsi gula,” katanya.
Langkah pencegahan dapat dilakukan masyarakat dengan cara menjaga pola makan serta rutin berolahraga secara teratur. Selain itu pemeriksaan kesehatan berkala juga sangat penting untuk mendeteksi dini penyakit diabetes tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....