Bisakah Alergi Sembuh Total? Ini Penjelasan Medisnya
- 19 Jul 2026 16:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Alergi umumnya dapat dikendalikan, tetapi tidak selalu sembuh total.
- Imunoterapi membantu meningkatkan toleransi tubuh terhadap alergen secara bertahap.
- Alergi susu dan telur lebih berpeluang membaik dibanding alergi kacang tanah maupun makanan laut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Banyak penderita alergi berharap kondisinya dapat hilang sepenuhnya seiring bertambahnya usia. Sebagian orang juga merasakan gejalanya berkurang setelah lama menghindari pemicu alergi.
Melansir laman Mayo Clinic, alergi tidak selalu dapat sembuh secara permanen pada setiap orang. Sebagian kasus memang membaik, tetapi banyak pula yang bersifat kronis dan memerlukan pengendalian jangka panjang.
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali zat tertentu sebagai ancaman. Kondisi tersebut memicu pembentukan antibodi imunoglobulin E atau IgE yang memicu reaksi alergi.
Reaksi tersebut menyebabkan pelepasan histamin yang menimbulkan gatal, ruam, bersin, hingga sesak napas. Respons tersebut dapat bertahan lama karena melibatkan memori sistem kekebalan tubuh.
Kondisi tersebut membuat istilah remisi atau alergi terkendali lebih sering digunakan dibanding sembuh total. Meski demikian, penderita alergi tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.
Pengendalian alergi dilakukan melalui beberapa metode sesuai kondisi setiap pasien. Penanganannya meliputi menghindari alergen, antihistamin, kortikosteroid, hingga imunoterapi.
Imunoterapi dilakukan dengan memberikan paparan alergen secara bertahap di bawah pengawasan tenaga medis. Terapi tersebut bertujuan meningkatkan toleransi tubuh terhadap zat pemicu alergi.
Beberapa jenis alergi makanan pada anak dapat membaik seiring pertambahan usia. Kondisi tersebut didukung hasil penelitian Natural Course of IgE-Mediated Food Allergy in Children.
Penelitian tersebut menunjukkan 42 persen anak mulai toleran terhadap alergi susu sapi pada usia delapan tahun. Angka tersebut meningkat menjadi 79 persen ketika mereka memasuki usia 16 tahun.
Alergi telur juga memiliki prognosis yang relatif lebih baik selama masa pertumbuhan anak. Sekitar 66 hingga 71 persen anak mulai toleran terhadap telur pada usia empat hingga enam tahun.
Hampir 89 persen kasus alergi telur dapat mengalami resolusi ketika anak memasuki usia remaja. Sebaliknya, alergi kacang tanah, tree nuts, dan makanan laut lebih sering bertahan hingga dewasa.
Penelitian menunjukkan hanya sekitar 20 hingga 30 persen penderita alergi kacang tanah menjadi toleran saat dewasa. Tingkat toleransi alergi makanan laut mencapai 3,4 persen pada anak prasekolah dan 45 persen saat remaja.
Perjalanan alergi setiap orang dapat berbeda sesuai jenis alergi dan respons sistem kekebalan tubuh. Karena itu, konsultasi dengan tenaga medis diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....