Potensi Wabah ISPA Kabupaten Tangerang Naik 20 Persen

  • 15 Jul 2026 06:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berpotensi mewabah di Kabupaten Tangerang
  • Prediksi lonjakannya mencapai sekitar 20 persen yang dipicu oleh musim kemarau ekstrem

RRI.CO.ID, Tangerang - Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berpotensi mewabah di Kabupaten Tangerang musim kemarau ini. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi memprediksi kenaikan mencapai sekitar 20 persen.

"Untuk kemarau tetap ISPA yang dominan. Secara endemi itu bisa meningkat sampai 20 persen di Kabupaten Tangerang," ujar Hendra Tarmizi, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Hendra, terdapat dua kelompok yang rentan terpapar ISPA yakni anak balita serta lanjut usia (lansia). Jika kedua kelompok tersebut terpapar, besar kemungkinan ISPA dapat berkembang menjadi pneumonia.

Di masyarakat penyakit Pneumonia sering disebut sebagai paru-paru basah. Ini infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru-paru.

"Kalau terjadi ISPA pada anak balita itu rentan bahkan bisa menimbulkan kematiannya dan kesakitannya lebih tinggi. Saat ini saja jumlahnya sudah ratusan kasus," kata Hendra.

Hendra menuturkan pihaknya akan menyiagakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pemkab Tangerang juga menyiapkan obat-obatan untuk mengatasi ISPA pada balita.

"Jika terdapat keluhan, biasanya itu ada keluhan batuk, pilek, demam, atau diare dan segala macam. Itu nanti yang akan kita identifikasi apakah ini ISPA atau sudah masuk ke dalam "bronkopneumonia" atau pneumonia," kata Hendra.

Bronkopneumonia adalah peradangan pada saluran napas (bronkus) dan paru-paru akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Gejala utamanya meliputi demam tinggi, batuk (kering/berdahak), dan napas cepat atau sesak yang ditandai dengan tarikan dinding dada.

Sementara itu diperoleh informasi sebanyak 415 titik kekeringan berpotensi melanda wilayah Provinsi Banten. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan hal itu.

Kabupaten Pandeglang daerah paling banyak mengalami kekeringan yaitu 111 titik, Kabupaten Lebak 109 titik, Kabupaten Tangerang 101 titik. Wilayah lain yaitu Kabupaten Serang 64 titik, Kota Tangerang Selatan 14 titik, Kota Serang 12 titik serta Kota Cilegon empat titik.

Lutfi memperkirakan daerah yang pertama merasakan dampak El Nino berada di wilayah pesisir Utara Banten. "Mulai dari Kabupaten Serang hingga kawasan Tangerang Raya," ujarnya Selasa 14 Juli 2026.

Akibat musim kering ini diperkirakan terdapat dua sektor utama yang paling terancam, yaitu pertanian dan ketersediaan air bersih. "Sektor pertanian menjadi yang paling rentan karena lahan persawahan diperkirakan mengalami puso (gagal panen, Red)," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....