Kebakaran TPA Jatiwaringin Picu ISPA, DPR Minta Pemantauan Kesehatan Warga

  • 07 Jul 2026 10:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti dampak kesehatan akibat kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Akibat kebakaran di TPA ini, ratusan warga mengungsi hingga banyak yang mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

“Kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang menunjukkan pentingnya Indonesia membangun sistem ketahanan kesehatan terhadap risiko lingkungan,” kata Yahya Zaini, Selasa, 7 Juli 2026. Seperti diketahui, kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang yang terjadi sejak sepekan lalu belum berhasil dipadamkan secara menyeluruh.

Belasan hektare luas area terbakar sejak awal kebakaran pada Selasa (30/6). Adapun Pemkot Tangerang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran di TPA Jatiwaringin terhitung mulai tanggal 1-14 Juli 2026.

Ratusan personel gabungan juga dikerahkan untuk memadamkan kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin. Akibat kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, sebanyak 232 jiwa mengungsi dan Pemerintah menyatakan telah ditemukan 139 kasus ISPA akibat kejadian tersebut.

Pemerintah juga telah melakukan sejumlah langkah keselamatan, mulai dari mengevakuasi masyarakat ke lokasi yang lebih aman, menerjunkan tim medis, hingga membagikan masker kepada warga. Terkait hal ini, Yahya menilai upaya penyelamatan harus terus diikuti pendampingan kesehatan berkelanjutan kepada warga.

“Penanganan dampak kesehatan akibat faktor masalah lingkungan tidak cukup dilakukan hanya saat peristiwa terjadi. Pemerintah harus terus memantau kesehatan warga sampai periode meski kebakaran sudah padam,” katanya.

Yahya mengingatkan, isu kesehatan dampak masalah lingkungan terkadang tidak langsung terlihat. “Mungkin saat ini yang ketahuan baru ISPA, namun potensi masalah kesehatan lain bisa muncul di kemudian hari," katanya.

“Termasuk dampak psiko-sosial masyarakat terdampak. Pendampingan psikologi dibutuhkan sebagai bagian dari trauma healing karena musibah lingkungan juga bisa berdampak pada kesehatan mental,” ucapnya.

Yahya pun meminta agar Pemerintah mengembangkan sistem pemantauan kesehatan pascakejadian (post-disaster health monitoring) bagi masyarakat terdampak kebakaran TPA. Menurutnya hal ini penting karena penanganan kesehatan umumnya berhenti setelah kondisi darurat dinyatakan selesai.

Padahal, kata ia, berbagai dampak kesehatan akibat paparan asap dapat muncul dalam jangka menengah maupun jangka panjang. “Monitoring kesehatan yang berkelanjutan penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang memadai sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan lingkungan yang lebih akurat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....