Kebakaran TPA Jatiwaringin Dideteksi Timbulkan Sejumlah Penyakit
- 07 Jul 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dampak kesehatan dari kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang menimbulkan berbagai macam penyakit
- Prihal tersebut dilayangkan Dokter spesialis paru sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama
RRI.CO.ID, Tangerang - Dampak kesehatan dari kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, menimbulkan berbagai macam penyakit. Demikian diungkapkan Dokter spesialis paru sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama.
Tjandra mengatakan terdapat sejumlah kajian ilmiah yang dapat menjadi rujukan dalam menilai sekaligus mengatasi dampak kesehatan akibat kebakaran sampah berskala luas. Setidaknya ada lima dampak kebakaran sampah terhadap lingkungan dan kesehatan.
"Pertama, kebakaran berbagai jenis sampah yang luas dapat menimbulkan polusi udara dengan setidaknya delapan gas. Yakni, amonia (NH3), karbon dioksida dioxide (CO2), karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H2S), metana (CH4), nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2)," ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.
Selain gas, Tjandra menerangkan, kebakaran juga menghasilkan polusi bahan padat atau Particulate Matter (PM) dalam berbagai ukuran. Termasuk PM 2,5 yang dapat masuk hingga ke alveolus paru.
Ia menuturkan kebakaran biomassa sampah juga berpotensi melepaskan volatile organic compounds serta bahan kimia aromatik polisiklik ke udara. Gangguan kesehatan akibat kebakaran sampah dapat bervariasi, mulai dari keluhan ringan hingga penyakit yang lebih berat.
"Keluhan dan penyakit yang mungkin timbul dapat berupa sakit kepala, iritasi mata, gangguan kulit, gangguan saluran cerna. Selanjutnya akan berdampak pada paru dan saluran napas, seperti infeksi dalam berbagai derajatnya, mulai ISPA ringan sampai berat, dan gangguan pernapasan seperti serangan asma," katanya.
Ancaman terakhir, ditujukan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak serta yang memiliki gangguan paru kronik. Berpotensi lebih mudah terkena gangguan kesehatan akibat kebakaran sampah di lahan seluas 14 hektare tersebut.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan mengutarakan progres pemadaman mengalami kemajuan yang signifikan mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 15 hektare. Sebanyak 300 personil gabungan diterjunkan untuk percepatan pemadaman TPA Jatiwaringin.
"Penguatan personil turut didukung dengan pengerahan armada peralatan. Antara lain 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan unit eskavator, delapan unit bulldozer, empat unit helikopter water bombing, dan dua unit drone monitoring," kata dia.
Pantauan rri.co.id, kepulan asap putih masih terlihat diantara lahan-lahan yang menghitam terbakar dilalap si jago merah. Beberapa titik api kecil nampak di antara tumpukan sampah.
Personil pemadam kebakaran melakukan penyemprotan dengan selang panjang. Eksavator membantu mengurai tumpukan sampah.
Sementara itu, tiga helikopter water bombing bolak-balik mengguyur lokasi yang terpantau memiliki titik api. Area pemadaman dibagi menjadi tiga sektor, yaitu utara, tengah, dan selatan untuk memudahkan koordinasi dan penanganan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....