Penelitian Konsumsi AMDK Unair: Tidak Picu Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker
- 04 Jul 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penelitian Departemen Kesehatan Lingkungan Unair menemukan bahwa AMDK dari galon polikarbonat tidak menunjukkan dampak negatif signifikan terhadap kesehatan, termasuk gangguan hormon, reproduksi, atau kanker.
- Kadar BPA pada seluruh 10 merek sampel air kemasan masih jauh di bawah ambang aman yang ditetapkan oleh BPOM dan EFSA, dengan risiko karsinogenik dan estrogenik yang masih dalam batas aman.
- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa BPA umumnya dapat diekskresikan secara alami dari tubuh melalui urin dan tidak terakumulasi, memperkuat kesimpulan penelitian bahwa galon PC aman dikonsumsi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (Unair) melakukan penelitian, terkait pola konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Berdasarkan hasil penelitian itu, AMDK dari galon polikarbonat (PC) tidak menunjukkan dampak negatif yang signifikan bagi tubuh.
Seperti diantaranya dampak negatif itu, yakni gangguan sistem hormon, gangguan reproduksi, maupun kanker. Temuan ini didasarkan pada analisis kadar BPA dalam 10 merek air kemasan dan keluhan kesehatan responden.
"Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara paparan BPA dari konsumsi air minum dalam kemasan dengan risiko kanker, gangguan reproduksi, maupun gangguan hormon," demikian bunyi hasil penelitian tersebut, dalam rilis yang diterima RRI.co.id, Jakarta, Sabtu 4 Juli 2026.
Kadar BPA pada seluruh sampel masih jauh di bawah ambang aman yang ditetapkan BPOM dan EFSA. Risiko nonkarsinogenik, karsinogenik, serta aktivitas estrogenik juga masih berada dalam batas aman.
Peneliti menegaskan, tidak ada hubungan signifikan antara paparan BPA dari AMDK dengan risiko kanker, gangguan reproduksi, atau gangguan hormon. Hasil itu sekaligus menunjukkan air dalam galon PC, masih tergolong aman dikonsumsi masyarakat.
"Dalam berbagai studi tentang BPA, paparan bahan kimia yang tidak kita konsumsi secara sengaja kecil sekali kemungkinan untuk mencapai kadar yang mengganggu kesehatan," tulis keterangan penelitian.
Meski demikian, konsumen tetap disarankan bijak menyimpan dan memperlakukan galon PC agar migrasi BPA tetap minimal. Penggunaan wadah sesuai aturan membantu menjaga mutu air dan menekan paparan bahan kimia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga menyatakan BPA yang masuk umumnya dapat diekskresikan secara alami dari tubuh. Hal ini memperkuat hasil penelitian Unair, yang menyatakan bahwa galon PC belum terbukti menimbulkan risiko kesehatan signifikan.
"Kadar BPA di dalam darah teramati sangat rendah. Ini menunjukkan BPA tidak terakumulasi di dalam tubuh dan dengan cepat akan diekskresikan melalui urin," tulis WHO dalam keterangan resminya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....