Kemenkes Beberkan Temuan Investigasi Kematian dr Icha
- 04 Jul 2026 07:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap tiga temuan utama hasil investigasi terkait kasus meninggalnya dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Kemenkes menemukan tiga fakta utama, yakni prosedur SABU, dugaan intimidasi di IGD, dan lemahnya perlindungan tenaga kesehatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap tiga temuan utama hasil investigasi terkait kasus meninggalnya dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemenkes menemukan tiga fakta utama, yakni prosedur SABU, dugaan intimidasi di IGD, dan lemahnya perlindungan tenaga kesehatan.
Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti menegaskan SABU tidak diberikan kepada semua korban gigitan ular. Pemberian serum harus didasarkan pada indikasi medis setelah tenaga kesehatan melakukan penilaian klinis.
“Jika SABU diberikan tanpa indikasi yang tepat, justru dapat membahayakan keselamatan pasien. Karena itu, pemberiannya harus berdasarkan penilaian medis,” kata Yuli Ferianti saat konferensi pers via daring di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Tim investigasi juga menemukan dugaan intimidasi di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Timor Tengah Utara. Dugaan intimidasi itu disebut menjadi salah satu faktor yang memicu meninggalnya dr Icha.
“Kooordinasi perlindungan tenaga medis belum berjalan optimal sehingga intervensi tidak terlaksana saat dibutuhkan. Kami melihat ada kesenjangan besar yang harus segera diperbaiki ke depan,” ucap Yuli.
Yuli menegaskan perlindungan tenaga medis telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pasal 273 mengatur hak tenaga medis memperoleh perlindungan dari perlakuan yang merendahkan harkat, martabat, dan moral.
“Tenaga medis berhak menghentikan pelayanan jika menghadapi kekerasan, pelecehan, atau perundungan. Ketentuan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Kesehatan,” kata Yuli menutup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....