Tangerang Tanggap Darurat Kebakaran TPA 15 Hektare
- 02 Jul 2026 02:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meningkatkan status penanggulangan kebakaran Tempat Pemuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk
- Sebelumnya dari siaga menjadi tanggap darurat sebagai mengoptimalkan upaya penaganan dilapangan
RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat setelah kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 15 hektare. Upaya penanganan di lapangan dioptimalkan untuk melindungi kesehatan masyarakat sekitar wilayah Kecamatan Mauk tersebut.
Bencana asap akibat kobaran api tersebut memaksa 52 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar. Langkah evakuasi warga ini dilakukan demi meminimalkan dampak buruk polusi udara bagi anak dan ibu.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menetapkan keputusan penting tersebut setelah melakukan rapat evaluasi kebencanaan. Pertemuan darurat pada hari Rabu, 1 Juli 2026 tersebut juga melibatkan perwakilan instansi terkait.
"Kita tetapkan bahwa ini sudah masuk kategori darurat. Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko daripada api yang terus menjalar begitu kita tetapkan," ujar Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, Rabu, 1 Juli 2026.
Maesyal mengonfirmasi bahwa sebaran asap tebal tiupan angin kencang berisiko mengganggu permukiman warga terdekat. Ia merancang opsi operasi pemadaman udara menggunakan helikopter bantuan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
"Ini menjadi pertimbangan karena dampak pastinya ada asap. Asap ini terbawa oleh angin dan dekat sekali ke pemukiman. Dengan situasi ini rencananya helikopter BNPB akan membantu untuk penyiraman api dari atas. Karena, ada lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh kendaraan," katanya.
Maesyal mengajak partisipasi aktif seluruh instansi guna mempercepat proses pemadaman api pada gunungan sampah. Langkah terpadu ini sangat dibutuhkan untuk meminimalkan potensi bahaya gangguan kesehatan bagi warga terdampak.
"Kami minta bantuannya kepada semua pihak, untuk tangani persoalan ini agar segera mematikan api ini, termasuk juga untuk upaya-upaya mencegah kepada kesehatan masyarakat," ucapnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto langsung memberikan respons cepat terhadap laporan daerah. Pihaknya mengerahkan sepuluh unit armada mobil pemadam untuk menahan laju penyebaran kobaran api darat.
"Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," ujarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang Achmad Taufik memaparkan rincian teknis evakuasi. Kebakaran besar pada gunungan pembuangan sampah tersebut diketahui mulai terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026.
"Kobaran api pada gunungan sampah masih menyala. Warga terdampak asap ada yang dievakuasi sebanyak 50 jiwa," ujar Achmad Taufik, Rabu.
Taufik memastikan koordinasi pengiriman armada pemadam udara terus berjalan lancar bersama lembaga pemerintah pusat. Material sampah kering yang menumpuk sangat tinggi menjadi kendala utama bagi tim pemadam lapangan.
"Update hari ini, helikopter water boobing akan dikirim siang hari ini Kamis, 2 Juli 2026, oleh BNPB dua unit," kata Taufik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....