BPOM Perkuat Pengawasan Makanan lewat Gerakan Sadar Pangan Aman

  • 29 Jun 2026 22:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program mendukung pengawasan Makan Bergizi Gratis melalui standar pangan aman.
  • BPOM meluncurkan Gerakan Seribu Kader Sadar Pangan Aman Berbasis Budaya.
  • BPOM memprioritaskan daerah rawan dalam edukasi keamanan pangan di sekolah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan Gerakan Seribu Kader Sadar Pangan Aman (SAPA) Berbasis Budaya. Program tersebut digelar bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat budaya pangan aman di sekolah.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, gerakan tersebut dilatarbelakangi tingginya kasus gangguan kesehatan akibat pangan. BPOM juga meluncurkan tiga keputusan kepala badan sebagai pedoman penyelenggaraan pangan aman di Indonesia.

"Satu dari sepuluh orang mengalami gangguan kesehatan akibat makanan. Karena itu kami meluncurkan Gerakan Seribu Kader Sadar Pangan Aman Berbasis Budaya di seluruh Indonesia," ujarnya usai peluncuran program, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Taruna menjelaskan, salah satu keputusan tersebut mengatur tata laksana keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Pedoman itu disusun berdasarkan kajian para ahli gizi dan kesehatan agar menjadi standar pelaksanaan nasional.

"Aturan tata laksana dan buku panduan yang kami luncurkan bukan keputusan politik. Semuanya disusun berdasarkan rekomendasi para ahli gizi dan kesehatan," katanya.

Menurutnya, BPOM mendapat mandat mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sesuai Peraturan Presiden Nomor 115. Pengawasan dilakukan mulai dari bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga edukasi kepada penerima manfaat.

Taruna mengatakan BPOM akan memprioritaskan daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Namun, edukasi tetap diberikan secara bertahap kepada seluruh sekolah di Indonesia.

"Tentu kami mengutamakan daerah-daerah yang rawan berdasarkan data yang kami miliki. Tujuan akhirnya seluruh anak sekolah mendapatkan edukasi mengenai pangan yang aman," ucapnya.

Taruna mengungkapkan, saat ini BPOM baru menjangkau sekitar 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Sementara jumlah sekolah secara nasional mencapai lebih dari 260 ribu satuan pendidikan.

Karena itu, BPOM akan melibatkan guru, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan melalui kerja sama lintas sektor. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk budaya mengonsumsi pangan yang aman sejak usia sekolah.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan program tersebut sejalan dengan pembangunan budaya sekolah yang sehat, aman, dan nyaman. Menurutnya, pembiasaan mengonsumsi makanan sehat menjadi bagian penting dalam penguatan karakter peserta didik.

Abdul Mu'ti menilai pembentukan kader pangan aman di lingkungan sekolah akan memperkuat budaya hidup sehat sejak usia dini. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan peserta didik memilih makanan yang aman dan bergizi.

"Gerakan ini menjadi bagian penting membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Kami berharap seluruh warga sekolah bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung keamanan pangan," ujarnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....