Menkes Budi Tanggapi Isu Kandidat Dirjen WHO
- 22 Jun 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menanggapi santai kabar yang menyebut dirinya masuk kandidat kuat Direktur Jenderal WHO.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menanggapi santai kabar yang menyebut dirinya masuk kandidat kuat Direktur Jenderal WHO. Ia disebut berpeluang menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus yang masa jabatannya berakhir pada Agustus 2027.
Saat dimintai tanggapan mengenai kabar tersebut, Menkes Budi hanya memberikan jawaban singkat bernada canda. “Jadi ikatan wartawan saja, hehe,” kata Budi di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Diketahui, nama Menkes Budi Gunadi Sadikin muncul dalam laporan Health Policy Watch terkait persaingan menuju kursi Direktur Jenderal WHO. Laporan itu menyebut sedikitnya 12 nama dibahas menjelang pembukaan proses nominasi pada April 2026.
Latar belakang Menkes Budi sebagai mantan bankir dan pemimpin perusahaan pelat merah dinilai menjadi salah satu keunggulan. Pengalaman tersebut dianggap relevan untuk memperkuat tata kelola fiskal dan keberlanjutan pendanaan organisasi WHO.
Selama menjabat Menteri Kesehatan, Budi juga dinilai berhasil mendorong reformasi sistem kesehatan pascapandemi Covid-19. Hal tersebut juga termasuk penguatan transformasi dan digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia.
Namun, sejumlah kebijakan reformasi pendidikan kedokteran yang diinisiasinya turut mendapat kritik dari sebagian kalangan profesi kesehatan, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Menurut sejumlah sumber di Eropa yang dikutip Health Policy Watch, Budi disebut memperoleh dukungan dari sejumlah negara besar di Asia, seperti Jepang dan India.
Ia juga dinilai memiliki posisi strategis untuk menjembatani kepentingan negara berkembang dan negara maju dalam berbagai isu kesehatan global. Meski secara historis pemilihan Direktur Jenderal WHO kerap mempertimbangkan rotasi kawasan, sejumlah sumber menyebut faktor tersebut kini tidak lagi menjadi pertimbangan utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....