Menkes: Dampak MBG terhadap Penurunan Stunting Tidak Bisa Instan

  • 22 Jun 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penurunan stunting tidak dapat dilihat dalam waktu singkat.
  • Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meyakini keberhasilan Program MBG dapat menekan berbagai masalah kesehatan, termasuk kematian ibu dan stunting

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penurunan stunting tidak dapat dilihat dalam waktu singkat. Menurutnya, hasil program tersebut baru akan terlihat dalam jangka panjang melalui perbaikan status gizi masyarakat.

“Kalau MBG ini benar-benar jalan sukses ke depan. Itu sangat mengurangi beban kesehatan,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai awak media di kantor Kemenkes, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Menkes meyakini keberhasilan Program MBG dapat menekan berbagai masalah kesehatan, termasuk kematian ibu dan stunting. Oleh karena itu, ia meminta perhatian lebih besar diberikan kepada kelompok rentan, terutama ibu hamil.

“Saya bilang ke Bu Nanik, boleh nggak saya fokus ke ibu hamil. Tolong dibantu supaya gizinya bagus,” ujarnya.

Menurut Budi, kualitas gizi ibu hamil menjadi faktor penting dalam menentukan kesehatan anak sejak dalam kandungan. Ia mengingatkan kekurangan gizi selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan pada anak.

“Begitu hamil jangan sampai kurang gizi, karena dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang berdampak pada anak. Pemenuhan gizi ibu hamil harus menjadi prioritas untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak,” ucap Menkes.

Selain ibu hamil, Menkes juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu menyusui dan balita. Ia mengatakan masa balita merupakan periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak sehingga kebutuhan gizinya harus dipenuhi secara optimal.

“Kemudian ibu menyusui selama dua tahun gizinya juga harus jalan. Dan balita, justru yang belum masuk sekolah itu golden period bahwa gizinya masih harus terpenuhi,” katanya.

Lebih lanjut, Budi menyebut pemerintah tengah menyiapkan evaluasi berbasis data untuk mengukur efektivitas program MBG. Evaluasi tersebut dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Kesehatan guna memantau perkembangan status gizi penerima manfaat.

“Nanti kita bisa lihat perkembangan gizinya seperti apa. Ini akan jadi evidence based apakah programnya sudah benar atau yang kurang masih di sini-sini,” ucap Menkes.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....