Edukasi Gigi Hari Anak Nasional LRT Jabodebek Sasar 50 Murid Disabilitas

  • 28 Jul 2026 13:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Edukasi kesehatan gigi dan mulut menyambut Hari Anak Nasional 2026 melibatkan puluhan murid disabilitas.
  • Dokter gigi memberikan penyuluhan langsung di LRT Jabodebek serta materi lanjutan secara dalam jaringan.
  • Pihak sekolah mengapresiasi program pembelajaran edutrain sebagai wadah edukasi interaktif bagi para siswa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Edukasi kesehatan gigi pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 melibatkan 50 murid penyandang disabilitas. Kegiatan belajar interaktif tersebut berlangsung di dalam kereta LRT Jabodebek dari Stasiun Halim menuju Jatimulya.

Acara menyambut Hari Anak Nasional ini mengusung tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Pihak penyelenggara menyampaikan laporan kegiatan edukasi kesehatan gigi anak tersebut pada Selasa, 28 Juli 2026.

Pengajar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya Ambar Puspitasari memimpin pelaksanaan edukasi kesehatan mulut anak. Dokter gigi fungsional LRT Jabodebek, Dini Larasati, turut membantu kelancaran seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi.

“Anak-anak akan lebih mudah memahami materi ketika belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Edukasi Kesehatan gigi dan mulut tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Perjalanan menggunakan transportasi publik juga dapat menjadi media belajar yang interaktif sehingga pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut lebih mudah diterima,” ujar drg. Ambar.

Anak-anak diajak memeragakan teknik menyikat gigi secara tepat menggunakan alat peraga berupa phantom gigi. Peserta berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB) B Negeri 11 Jakarta dan SLB B Sekolah Pangudi Luhur.

Murid dari SLB B Negeri 3 Jakarta serta SLB B Santi Rama Fatmawati Jakarta juga menghadiri acara. Para peserta diajar menyikat gigi dua kali sehari sesudah sarapan pagi serta sebelum tidur malam.

Anak-anak diminta mengonsumsi makanan bergizi, membatasi makanan manis, dan rutin memeriksakan gigi tiap enam bulan. Rangkaian edukasi kemudian berlanjut melalui sesi dalam jaringan Zoom Meeting bersama para tim pengajar perguruan tinggi.

Sesi daring tersebut diisi oleh Diena Fuadiyah Neny Roeswahjuni, Edina Hartami, serta Amaliyah Nur Irianti. Tim dokter menjelaskan bahwa karies gigi dipicu oleh bakteri yang mengubah gula menjadi zat asam.

Kegiatan edukasi gigi di LRT Jabodebek. (Foto: Danang Sundoro)

Proses infeksi akibat karies dapat berlanjut hingga ke bagian akar gigi serta memicu pembengkakan gusi. Kebiasaan buruk anak seperti menghisap jempol dan menggigit kuku juga dapat mengganggu pertumbuhan struktur gigi.

Kebiasaan bernapas lewat mulut serta mengerot gigi saat tidur berisiko menyebabkan gigi berdesakan dan tongos. Dampak buruk lainnya dapat mengakibatkan langit-langit mulut menjadi dalam serta rasa sakit pada sendi rahang.

Guru Sekolah Luar Biasa Negeri 11 Jakarta, Dina, mengapresiasi pelaksanaan program pembelajaran edutrain tersebut. Kolaborasi tenaga kesehatan dan pihak transportasi publik berhasil mewujudkan pengalaman belajar yang sangat bermanfaat.

" Anak-anak senang dan gembira,edutrain ini selalu memberikan pembelajaran. Kali ini di Hari Anak Nasional, anak-anak diberikan sosialiasi mengenai gigi sehat," kata Dina .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....