Duduk Terlalu Lama Picu Risiko Penyakit

  • 19 Jun 2026 02:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Duduk Terlalu Lama Picu Risiko Penyakit
  • Duduk Terlalu Lama Picu Penyakit

RRI.CO.ID, Jakarta — Duduk terlalu lama kini menjadi kebiasaan yang semakin umum di tengah gaya hidup modern. Aktivitas bekerja di kantor, belajar di depan komputer, hingga penggunaan gawai dalam waktu panjang membuat banyak orang menghabiskan sebagian besar harinya dalam posisi duduk.

Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya perilaku sedentari atau minim aktivitas fisik. Gaya hidup yang kurang bergerak ini dapat berdampak langsung pada berbagai fungsi tubuh, terutama jika berlangsung terus-menerus setiap hari.

Kurangnya aktivitas fisik dapat memengaruhi metabolisme tubuh secara signifikan. Saat tubuh terlalu lama diam, pembakaran kalori menjadi lebih lambat dan kemampuan tubuh mengolah gula serta lemak juga ikut menurun.

Akibatnya, duduk dalam durasi panjang dapat meningkatkan risiko obesitas. Penumpukan lemak berlebih yang terjadi dalam jangka panjang juga berpotensi memicu penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2.

Tidak hanya itu, sejumlah penelitian juga mengaitkan gaya hidup sedentari dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Sirkulasi darah yang kurang optimal saat duduk terlalu lama dapat memberi tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular.

Masalah muskuloskeletal juga menjadi keluhan yang sering dialami akibat terlalu lama duduk. Nyeri punggung, pegal pada leher, serta ketegangan di area bahu kerap muncul, terutama jika posisi duduk tidak ergonomis.

Otot-otot tubuh, khususnya pada punggung bawah, pinggul, dan kaki, dapat menjadi lebih kaku ketika jarang digerakkan. Kondisi ini membuat fleksibilitas tubuh menurun dan meningkatkan risiko cedera saat beraktivitas.

Dokter Kebugaran, dr. Michael Triangto, menyarankan agar masyarakat tetap menjaga tubuh aktif bergerak meski memiliki pekerjaan yang menuntut banyak duduk. Menurutnya, jeda aktivitas secara berkala sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

“Usahakan berdiri atau berjalan ringan setiap 30 sampai 60 menit,” kata dr. Michael. Ia menilai kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot.

Selain berdiri dan berjalan, peregangan ringan juga sangat dianjurkan selama bekerja. Gerakan sederhana pada leher, bahu, punggung, dan kaki dapat membantu mengurangi dampak negatif dari kebiasaan duduk terlalu lama.

Menjaga tubuh tetap aktif tidak selalu harus melalui olahraga berat. Kebiasaan kecil seperti sering bergerak, melakukan peregangan, dan mengurangi waktu duduk dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....