BPOM Berupaya Cegah Kelangkaan Obat Esensial Akibat Kenaikan Biaya Produksi
- 11 Jun 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPOM bersama pemerintah berupaya mencegah risiko kelangkaan obat esensial dengan mendukung keberlangsungan produksi industri farmasi
- Keluhan industri terkait kenaikan harga obat mulai muncul sekitar dua bulan terakhir sehingga diperlukan pengendalian harga yang tepat
- Pelemahan rupiah dan dampak perang menjadi faktor yang memengaruhi biaya produksi serta ketersediaan obat nasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pemerintah berupaya mencegah risiko kelangkaan obat esensial yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, pemerintah tetap memberikan dukungan kepada pelaku usaha industri agar produksi tidak dihentikan.
Taruna menegaskan, pihaknya berusaha secara maksimal menjaga ketersediaan obat-obatan esensial bagi masyarakat. Ia juga menyebut pihaknya mendengarkan berbagai masukan masyarakat yang ingin membantu mengatasi persoalan tersebut.
“Jadi Badan POM berusaha secara maksimal dan sampai sekarang pun kita dengar pendapat dari masyarakat. Kalau ada masyarakat yang ingin membantu, masukkan akan kita dengar,” ujarnya usai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Taruna mengungkapkan, keluhan industri terkait kenaikan harga obat mulai disampaikan sekitar dua bulan lalu. Karena itu, pihaknya menilai pengendalian harga obat perlu dilakukan agar produksi tetap berjalan.
Ia mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam menangani persoalan ketersediaan obat nasional. Menurutnya, meskipun ada kebutuhan dari BPJS, obat tetap harus diproduksi agar dapat tersedia.
Taruna menjelaskan BPOM mendukung industri dari sisi hulu agar tetap memproduksi obat-obatan diperlukan masyarakat. Ia juga membenarkan pelemahan rupiah serta dampak perang menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut.
“Iya kan makanya kami di hulunya mensupport supaya dia tetap memproduksi, tapi di hilirnya tentu perlu diperhatikan baik-baik. Supaya intinya target terakhir kami ingin bantu rakyat kita secara keseluruhan,”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....