BPOM Dorong Penguatan Self-care Aman Melalui Regulasi dan Peran Apoteker

  • 10 Jun 2026 11:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan pentingnya penguatan ekosistem swamedikasi yang aman melalui regulasi adaptif, kolaborasi lintas sektor, dan peran apoteker
  • Data BPS 2025 menunjukkan 78,43 persen masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi, sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi yang lebih kuat
  • Apoteker memiliki peran strategis dalam menjaga mutu produk farmasi, memberikan edukasi, serta memastikan penggunaan obat yang aman dan rasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan pentingnya penguatan ekosistem self-care (swamedikasi) yang aman dan bertanggung jawab. Penguatan tersebut perlu didukung regulasi adaptif, kolaborasi lintas sektor, serta peran strategis apoteker.

Taruna menyoroti pentingnya praktik swamedikasi dalam transformasi sistem kesehatan global. Tema konferensi tahun ini mengangkat penguatan self-care melalui keunggulan regulasi dan kepemimpinan apoteker.

Ia mengungkapkan swamedikasi telah menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan 78,43 persen masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi.

“Memastikan masyarakat yang melakukan self-care memperoleh produk farmasi yang aman, bermutu, dan berkhasiat serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Peran regulator bukan untuk membatasi, melainkan membangun keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan dukungan terhadap inovasi kesehatan,” ujarnya pada kegiatan SwipeRx Indonesian Pharmacy Expo & Conference, di The Kasablanka Hall, Jakarta, pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurutnya, pelaksanaan self-care yang aman membutuhkan landasan regulasi kuat untuk melindungi masyarakat. Perlindungan tersebut mencakup pencegahan penggunaan obat tidak rasional, penyalahgunaan, produk ilegal, serta misinformasi kesehatan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses produk self-care berkualitas. Sinergi akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah dinilai penting mendorong inovasi serta pemerataan akses.

“Melalui kolaborasi, kita membangun sistem self-care yang aman dan bertanggung jawab. Dengan dukungan rantai distribusi yang andal, sistem pengawasan yang efektif, dan ketersediaan informasi yang terpercaya,” ucapnya.

Sesuai tema ‘Pharmacists at the Heart of Self-Care’, apoteker memiliki peran sentral dalam swamedikasi. Apoteker menjadi pihak yang berhubungan langsung dengan keamanan, kualitas, serta edukasi masyarakat.

Selain menjaga mutu produk farmasi, apoteker memastikan pengelolaan dan distribusi obat sesuai standar. Mereka juga berperan menghubungkan sains, regulasi, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....