Orang Tua Didorong Lebih Cermat Kelola Asupan Gula Anak
- 04 Jun 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Bagi banyak orang tua, melihat anak lahap makan adalah kebahagiaan sederhana yang sulit digantikan. Namun bagi Lia Amalia, momen ketika anaknya mendadak menolak makan justru menjadi awal dari sebuah perjalanan panjang yang melahirkan inovasi di dapur keluarga Indonesia.
Saat putra pertamanya berusia sekitar 15 bulan, Lia menghadapi situasi yang kerap membuat orang tua cemas. Anak yang sebelumnya lahap makan tiba-tiba menolak hampir semua makanan yang disajikan. Berbagai cara dicoba agar sang buah hati kembali berselera makan.
Di tengah pencarian solusi itu, Lia menemukan bahwa tambahan sedikit kecap manis pada makanan ternyata mampu membuat anaknya kembali tertarik untuk makan. Namun muncul kegelisahan lain. Sebagai ibu, ia mulai mempertanyakan kandungan gula dan garam yang terdapat dalam produk kecap manis yang beredar di pasaran.
"Saya senang anak kembali mau makan, tetapi di sisi lain saya khawatir dengan kandungan gula dan natriumnya. Dari situ muncul pertanyaan sederhana, apakah mungkin membuat kecap manis yang tetap enak tetapi lebih ramah untuk anak?" kenangnya.

Pertanyaan itulah yang kemudian berkembang menjadi gagasan menghadirkan Kecap Manis Bumbu Bunda. Produk yang diklaim memiliki indeks glikemik rendah (Low Glycemic Index) serta kandungan gula dan natrium yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis.
Peluncuran produk tersebut dilakukan melalui acara Kids Nutrition Talks bertajuk "Menjaga Gula Harian Anak dari Hal Kecil" yang digelar di Jakarta. Forum ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan produk baru, tetapi juga ruang diskusi mengenai kebiasaan konsumsi gula anak yang sering kali luput dari perhatian.
Selama ini, pembahasan mengenai gula pada anak umumnya berfokus pada minuman manis, camilan, atau makanan penutup. Padahal, bahan pelengkap masakan yang digunakan setiap hari juga berkontribusi terhadap total asupan gula dan natrium keluarga.
Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal, menilai orang tua perlu lebih jeli membaca kandungan pangan yang dikonsumsi anak. Menurutnya, fokus tidak cukup hanya pada seberapa banyak anak makan, tetapi juga pada kualitas makanan yang masuk ke dalam tubuh mereka.
Ia mengingatkan bahwa konsumsi gula dan garam berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan beban kerja organ tubuh, termasuk hati dan ginjal. Karena itu, informasi yang jelas mengenai kandungan produk menjadi hal yang penting bagi orang tua saat menentukan pilihan.
Pandangan serupa disampaikan Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda. Menurutnya, pola makan anak terbentuk sejak usia dini dan akan memengaruhi kebiasaan mereka hingga dewasa.
Diana menjelaskan bahwa banyak orang tua merasa panik ketika anak sulit makan, sehingga akhirnya lebih fokus pada kuantitas makanan yang dikonsumsi dibandingkan kualitas gizinya. Padahal, proses mengenalkan makanan baru membutuhkan kesabaran dan konsistensi.
"Anak sering kali membutuhkan berkali-kali paparan terhadap makanan baru sebelum akhirnya menerima rasa tersebut. Karena itu, orang tua perlu terus memperkenalkan variasi makanan sehat tanpa menyerah terlalu cepat," ujarnya.
Komitmen menghadirkan produk berbasis riset juga menjadi salah satu hal yang ditekankan Bumbu Bunda. Lia mengatakan, proses pengembangan kecap manis ini melibatkan tenaga ahli serta pengujian laboratorium untuk memastikan keamanan dan kualitas produk sebelum dipasarkan.
Bagi sebagian orang tua, kehadiran produk dengan informasi nutrisi yang lebih terbuka menjadi nilai tambah tersendiri. Hal itu pula yang dirasakan Olivia Allan Sumargo, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Ibu dari Gabriella Allan Sumargo itu mengaku awalnya sempat meragukan apakah produk yang diklaim lebih sehat tetap mampu mempertahankan cita rasa yang disukai anak-anak. Namun setelah mencobanya, ia merasa lebih tenang karena produk tersebut telah melalui berbagai pengujian dan mendapat masukan dari para ahli.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, kisah lahirnya Kecap Manis Bumbu Bunda menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berawal dari laboratorium besar atau strategi bisnis yang rumit. Terkadang, inovasi lahir dari keresahan sederhana seorang ibu yang ingin memastikan anaknya tidak hanya makan dengan lahap, tetapi juga mendapatkan asupan yang lebih baik.
Pada akhirnya, setiap keputusan kecil di dapur memang mungkin tidak langsung terlihat dampaknya. Namun bagi banyak orang tua, memilih bahan makanan dengan lebih cermat adalah langkah awal untuk membangun kebiasaan sehat yang akan menemani tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....