Selain Asap Rokok, Berikut 5 Penyebab Pneumonia yang Perlu Diwaspadai
- 04 Jun 2026 13:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Selain Asap Rokok, Berikut 5 Penyebab Pneumonia yang Perlu Diwaspadai
- Pneumonia atau paru-paru basah seringkali identik dengan dampak buruk asap rokok
Selanjutnya
RRI.CO.ID, Jakarta - Pneumonia atau paru-paru basah seringkali identik dengan dampak buruk asap rokok. Namun, tahukah anda, infeksi paru-paru akut ini juga bisa dipicu oleh kondisi lingkungan di dalam rumah?
Menurut data WHO, pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian infeksi tunggal terbesar pada anak-anak di seluruh dunia. Tanpa disadari, udara di dalam rumah bisa menyimpan berbagai partikel yang berisiko mengganggu kesehatan paru-paru, terutama pada anak-anak dan lansia.
Beberapa faktor pemicunya bahkan berasal dari aktivitas sehari-hari yang terus terhirup oleh anggota keluarga di rumah. Agar lebih waspada, berikut adalah 5 penyebab pneumonia non-rokok di sekitar kita yang jarang disadari.
1. Debu Menumpuk di Kipas Angin
Kipas angin yang jarang dibersihkan akan menjadi sarang debu, tungau, dan spora jamur. Saat dinyalakan, baling-baling kipas akan memutar dan menyebarkan partikel mikro tersebut ke seluruh ruangan.
Jika terhirup terus-menerus, partikel ini dapat mengiritasi saluran pernapasan. Dengan intensitas yang sering maka dapat memicu infeksi paru.
2. Penggunaan Bedak Tabur
Kebiasaan menggunakan bedak tabur, terutama pada bayi dan anak-anak, memiliki risiko tersendiri. Partikel halus (talek) dari bedak tabur sangat mudah terbang di udara dan terhirup masuk ke dalam paru-paru yang sensitif.
Pada akhirnya hal itu dapat memicu peradangan. Jika peradangan semakin parah maka dapat berujung pada pneumonia aspirasi.
3. Obat Nyamuk Semprot atau Elektrik
Bahan kimia sintetis yang terkandung dalam obat nyamuk semprot maupun elektrik dapat menghasilkan residu beracun di udara. Paparan zat kimia secara konstan dalam ruangan tertutup dapat merusak silia (rambut halus penapis debu), membuat paru-paru rentan terinfeksi.
4. Paparan Virus dari Orang Terdekat
Pneumonia sangat mudah menular melalui droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Jika sirkulasi rumah buruk, virus seperti Influenza atau Respiratory Syncytial Virus (RSV) akan bertahan lama dan bisa menginfeksi.
5. Polusi dan Sirkulasi Udara yang Buruk
Udara dalam ruangan yang terjebak tanpa ventilasi yang baik akan menumpuk polutan, mulai dari asap dapur hingga bulu hewan peliharaan. Kualitas udara yang buruk ini menurunkan sistem imun pernapasan secara drastis.
Gunakan Air Purifier untuk Sirkulasi Udara Lebih Baik
Menggunakan air purifier setiap hari bisa menjadi solusi untuk menjaga udara di dalam ruangan tetap bersih. Air purifier juga dapat mengurangi paparan partikel yang dapat memengaruhi Kesehatan, terutama bagi para penderita alergi ataupun asma.
Sebagai perlindungan tambahan yang optimal, anda bisa menggunakan berbagai air purifier, salah satunya Levoit Core 400s. Air purifier ini dapat membantu menekan penyebaran virus dan bakteri di dalam rumah secara signifikan.
Dilengkapi dengan HEPASmart™ Technology, alat ini mampu menangkap 99,99 persen bakteri dan jamur. Termasuk 99,9 persen virus di udara hingga ukuran sekecil 0,1 mikron.
Perputaran udaranya=pun sangat cepat berkat VortexAir™ Technology 3.0 yang memiliki CADR 433 m³/jam dan cakupan area hingga 90 m². Dengan demikian sanggup membersihkan udara ruangan 5 kali per jam.
Air purifier ini juga bisa mendeteksi perubahan kondisi udara karena sensor AirSight Plus™. Dimana mampu mendeteksi polutan 10 kali lebih cepat dan langsung menyesuaikan kecepatan kipas secara otomatis.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Levoit menjadi pilihan tepat untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah. Kehadirannya membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....