Daging Kurban Sebaiknya Tak Dibungkus Plastik Hitam, Ini Alasannya
- 27 Mei 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Plastik hitam umumnya berbahan daur ulang dan berpotensi mengandung zat berbahaya.
- Tidak memenuhi standar keamanan pangan (food grade) sehingga berisiko mencemari daging.
- Disarankan menggunakan kemasan aman seperti plastik bening food grade atau bahan ramah lingkungan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penggunaan plastik hitam untuk membungkus daging kurban masih sering ditemui saat perayaan Iduladha. Padahal, cara ini tidak dianjurkan karena berpotensi membahayakan kesehatan.
Plastik hitam umumnya merupakan hasil daur ulang dari berbagai limbah. Termasuk bahan yang tidak diperuntukkan bagi kemasan pangan.
Dalam proses pembuatannya, plastik jenis ini kerap mengandung zat kimia berbahaya seperti pewarna sintetis dan residu logam berat. Jika digunakan untuk membungkus daging, zat-zat tersebut berpotensi berpindah ke makanan dan menimbulkan kontaminasi.
Selain itu, plastik hitam tidak memiliki standar keamanan pangan (food grade). Berbeda dengan kemasan khusus makanan, plastik hitam tidak melalui uji kelayakan untuk penggunaan tersebut.
Distribusi daging kurban sebaiknya memperhatikan aspek higienitas. Penggunaan kemasan yang tidak aman dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Mulai dari keracunan hingga paparan zat karsinogenik dalam jangka panjang. Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan menggunakan wadah yang lebih aman.
Contohnya, kantong plastik bening berlabel food grade atau wadah ramah lingkungan lainnya. Selain lebih sehat, penggunaan bahan tersebut juga membantu mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....