Apa Itu Hantavirus? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penularannya

  • 07 Mei 2026 16:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hantavirus merupakan virus zoonosis dari hewan pengerat yang dapat menular melalui urine, feses, dan air liur tikus.
  • Gejala hantavirus meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan paru-paru dan gagal ginjal.
  • Menjaga kebersihan lingkungan penting untuk mencegah penularan hantavirus dari hewan pengerat terinfeksi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hantavirus merupakan virus zoonosis yang berasal dari hewan pengerat dan dapat menular kepada manusia. Penularannya terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Penyakit hantavirus tergolong langka, tetapi dapat menyebabkan gangguan paru-paru, jantung, hingga kematian. Gejala awalnya menyerupai flu dan bisa berkembang menjadi hantavirus cardiopulmonary syndrome yang berbahaya.

Berikut gejala, penyebab, dan penularan hantavirus mengutip dari berbagai sumber.

Gejala Hantavirus:

  1. Gejala pada manusia muncul satu hingga delapan minggu setelah terpapar virus, tergantung jenisnya. Keluhannya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, serta gangguan pencernaan seperti mual dan muntah.
  2. Pada HCPS, kondisi dapat berkembang cepat menjadi batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan paru-paru. Pada tahap berat, penderita berisiko mengalami syok yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
  3. Pada HFRS, fase lanjut ditandai tekanan darah menurun dan gangguan pembekuan darah. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan gagal ginjal serta gangguan aliran darah serius.

Penyebab Hantavirus:

  1. Dibawa oleh hewan pengerat

    Hantavirus merupakan penyakit infeksi pada manusia yang banyak ditemukan di wilayah Amerika Utara dan Selatan. Setiap jenis virus biasanya dibawa hewan pengerat tertentu, terutama tikus rusa di kawasan Amerika Utara.

  2. Penularan

    Penularan hantavirus terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat terinfeksi. Risiko meningkat saat membersihkan ruangan tertutup, bekerja pertanian, kehutanan, atau tinggal di area penuh tikus.

    Penularan antar manusia sangat jarang dan hanya ditemukan pada virus Andes di wilayah Amerika. Kasus tersebut biasanya terjadi akibat kontak dekat berkepanjangan selama fase awal penyakit berlangsung.

  3. Efek virus

    Saat virus mencapai paru-paru, pembuluh darah kecil akan diserang hingga mengalami kebocoran cairan. Kondisi tersebut menyebabkan edema paru serta gangguan serius pada fungsi paru-paru dan jantung.

  4. Penyakit terkait

    Penyakit lain akibat hantavirus adalah demam berdarah dengan sindrom ginjal yang menyerang fungsi ginjal. Jenis virus tersebut dibawa hewan berbeda yang berasal dari Afrika, Asia, dan Eropa.

Penularan Hantavirus:

Virus dapat hidup dalam urine, feses, atau air liur hewan pengerat. Kamu dapat bersentuhan dengan virus dengan cara berikut:

  1. Menghirup virus. Ketika virus menyebar di udara dari kotoran hewan pengerat yang terganggu atau bahan yang menjadi sarang virus.
  2. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan air liur tikus, urine, atau kotoran.
  3. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, seperti sarang, lalu menyentuh mulut, mata, atau hidung.
  4. Tergigit atau tercakar oleh hewan pengerat yang terinfeksi.

Menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko penularan hantavirus dari hewan pengerat terinfeksi. Segera periksakan diri ke tenaga medis jika mengalami gejala setelah kontak dengan tikus. (Agnes Claudia Ohoira)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....