Benarkah ‘Comfort Food’ Bisa Usir Stres? Yuk, Simak Kata Peneliti!

  • 07 Mei 2026 13:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Comfort food dikenal mampu meningkatkan mood dan memberi rasa nyaman saat stres melanda.
  • Studi menunjukkan kombinasi stres dan makanan lezat memengaruhi mekanisme kerja otak manusia.
  • Bagian otak lateral habenula menjadi area utama yang terdampak saat mengonsumsi comfort food.
  • Comfort food umumnya identik dengan makanan tinggi lemak dan rasa manis yang memanjakan lidah.

RRI.CO.ID, Jakarta – Makanan yang sering kita sebut comfort food ini memang punya "kekuatan" bikin mood langsung naik. Istilah comfort food bukan sekadar tren, makanan tertentu adalah "pelarian" paling nyaman saat menghadapi hari yang berat.

Tapi, apakah makanan ini benar-benar bisa mengatasi stres secara ilmiah, atau hanya memberikan rasa nyaman sementara?

Yuk, kita bedah menurut para ahli, kenapa sepiring makanan favorit bisa terasa seperti pelukan bagi mental kita! Dilansir dari berbagai sumber.

Riset Garvan Institute, Sydney, memaparkan hasil penelitiannya pada Medical News Today pengaruh makanan favorit terhadap tingkat stres seseorang. Penelitian unik ini mengamati bagaimana otak bereaksi saat kita menyantap hidangan lezat.

Para peneliti menemukan kombinasi stres dan makanan enak ternyata memengaruhi mekanisme kerja otak kita. Bagian otak bernama lateral habenula menjadi area utama yang terdampak proses ini.

Menariknya, bagian otak tersebut tidak bereaksi saat tubuh menerima asupan makanan tinggi lemak. Padahal, comfort food biasanya identik dengan rasa manis dan lemak yang memanjakan lidah.

Meski bikin nyaman, ahli kesehatan mengingatkan risiko kenaikan berat badan hingga ancaman obesitas. dr. Chi Kin Ip selaku peneliti dari Garvan Institute of Medical Research menegaskan kebiasaan makan sangat krusial bagi keberlangsungan hidup.

Hati-hati, berat badan yang naik akibat terlalu banyak makan justru memicu stres lebih besar. Secara biologis, makan berlebihan akan merangsang respons stres di dalam tubuh.

Selain makanan, dr. Lesley Rennis selaku Professosr Columbia University mengingatkan bahaya kebiasaan menjadikan alkohol sebagai pelarian saat sedang merasa tertekan. Sebaiknya, segera hentikan kebiasaan alkohol karena bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Minum alkohol sesekali mungkin tidak masalah, namun akan menjadi sumber masalah jika terlalu sering. Kebiasaan ini punya efek negatif yang serupa dengan mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan.

Ternyata, para ahli menyebutkan ada pilihan makanan yang jauh lebih ampuh untuk menenangkan hati. Dibandingkan camilan manis, buah-buahan segar adalah comfort food terbaik untuk melawan stres kamu. (Sarah Maulida Ali)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....