Indonesia Hadapi Krisis Kesehatan Mental, Hipnoterapi Jadi Solusi Alternatif

  • 28 Apr 2026 16:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Politisi, Tri Rismaharini, menilai Indonesia tengah menghadapi persoalan serius terkait kesehatan mental
  • Praktisi hipnoterapi untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk masyarakat di daerah terpencil

RRI.CO.ID, Jakarta - Politisi, Tri Rismaharini, menilai Indonesia tengah menghadapi persoalan serius terkait kesehatan mental. Karena menurutnya persoalan ini belum tertangani secara optimal.

Hal itu disampaikan Risma saat menjadi pembicara utama dalam Silaturahmi Nasional Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) di Surabaya, Jawa Timur. Risma juga resmi dikukuhkan sebagai anggota kehormatan organisasi tersebut.

“Kesehatan mental bukan kemewahan, tetapi hak dasar setiap manusia. Saya melihat masih rendahnya akses layanan kesehatan mental, terutama bagi masyarakat di lapisan bawah,” ujar Risma dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.

Menurutnya, banyak persoalan sosial seperti kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga. Hingga penelantaran anak berakar dari masalah psikologis yang tidak tertangani.

Risma mendorong praktisi hipnoterapi untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk masyarakat di daerah terpencil. Kemudian bencana, serta individu yang mengalami trauma dan depresi.

Sementara, Ketua Umum DPP PKHI, Avifi Arka, mengatakan hipnoterapi dapat menjadi pendekatan alternatif dalam membantu penanganan kesehatan mental. “Dan ini harus dilakukan oleh tenaga terlatih dan sesuai standar,” kata Avifi.

PKHI saat ini memiliki lebih dari 16.000 anggota dan telah bermitra dengan sejumlah kementerian. Pihaknya juga terus melakukan pengembangan pelatihan dan layanan hipnoterapi di Indonesia.

Sementara itu, dr. Pukovisa Prawiroharjo dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa praktik hipnoterapi memiliki dasar ilmiah melalui pendekatan neurosains. Termasuk keterkaitannya dengan aktivitas otak dan neuroplastisitas.

PKHI juga memperluas jangkauan organisasinya melalui pembentukan kepengurusan di sejumlah negara. Antara lain Jepang, Australia, Inggris, Arab Saudi, Malaysia, dan Timor Leste.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....