Kunjungan ke Singapura, BPOM Perluas Kolaborasi Global Sektor Kesehatan
- 23 Apr 2026 16:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPOM memperkuat pengakuan internasional usai meraih status WHO-Listed Authority pada Desember 2025
- Kunjungan kerja menitikberatkan kolaborasi lintas negara dan penguatan sistem regulasi berbasis sains
- Pertemuan dengan institusi strategis dorong harmonisasi regulasi dan akses produk kesehatan berkualitas
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM RI Taruna Ikrar melakukan kunjungan kerja ke Singapura pada Selasa 21 April 2026. Kunjungan ini menegaskan upaya memperkuat kerja sama internasional dan inovasi kesehatan sekaligus meningkatkan pengakuan global Indonesia.
Agenda tersebut merupakan bagian strategi BPOM memperkuat posisi sebagai otoritas regulasi yang diakui secara internasional. Hal ini didukung capaian status WHO-Listed Authority atau WLA yang diperoleh Indonesia pada Desember 2025 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Taruna Ikrar mengadakan pertemuan dengan sejumlah institusi strategis di Singapura. Institusi itu meliputi A*STAR, Singapore General Hospital, serta Duke-NUS Centre of Regulatory Excellence untuk memperkuat kemitraan.
Selain pertemuan, Taruna Ikrar juga menjadi narasumber dalam Global Health Public Lecture di National University of Singapore. Ia menyampaikan paparan berjudul Elevating Indonesia as a Trusted Global Authority through WHO Listed Authority atau WLA.
Dalam pemaparannya, Taruna menekankan pentingnya sistem regulasi berbasis sains dan kolaborasi global berkelanjutan. Ia juga menjelaskan capaian WLA merupakan hasil penguatan sistem regulasi nasional yang konsisten dilakukan.
“Kunjungan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan kesehatan masyarakat melalui penguatan sistem regulasi. Pembelajaran berkelanjutan, serta kolaborasi internasional yang bermakna,” ujar Taruna Ikrar dalam kunjungan kerja di Singapura, Selasa, 21 April 2026.
Diskusi panel bersama Michelle Cheng turut membahas harmonisasi regulasi ASEAN untuk memperluas akses produk kesehatan berkualitas. Pembahasan juga menyoroti keseimbangan antara pengawasan ketat dan percepatan akses terutama dalam situasi darurat kesehatan.
Dalam pertemuan dengan Lim Chien Wei John, dibahas penguatan kapasitas regulasi termasuk pengembangan sistem vaksin. “Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali kemitraan yang telah terjalin serta menyelaraskan prioritas strategis ke depan,” kata Taruna.
Rangkaian kunjungan ini menegaskan komitmen BPOM dalam membangun sistem regulasi yang adaptif dan transparan. Kolaborasi lintas negara diharapkan terus berlanjut untuk menghadapi tantangan kesehatan global secara bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....