BPOM Perkuat Riset dan Inovasi Terapi Lanjutan Lewat Kunjungan ke Singapura

  • 23 Apr 2026 16:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPOM Perkuat Riset dan Inovasi Kesehatan, Dorong Pengembangan Terapi Lanjutan di Singapura
  • BPOM fokus pada pengembangan ATMP dan percepatan obat inovatif melalui regulasi terbaru
  • Kolaborasi dengan A*STAR menekankan riset, teknologi, dan terapi lanjutan berbasis sains

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengunjungi Singapura untuk membahas penguatan riset dan inovasi kesehatan. Kunjungan ini menyoroti pengembangan Advanced Therapy Medicinal Products atau ATMP serta percepatan obat inovatif nasional.

Dalam pertemuan dengan A*STAR, Taruna Ikrar berdiskusi terkait pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Ia bertemu dengan Yong Sim Seah dan jajaran Biomedical Research Council untuk membahas kolaborasi strategis.

Diskusi tersebut menitikberatkan pada riset inovatif termasuk pengembangan terapi lanjutan berbasis teknologi mutakhir. BPOM juga telah menyiapkan regulasi melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang ATMP.

Selain itu, BPOM mengoptimalkan mekanisme investigational new drug atau IND untuk mempercepat pengembangan obat inovatif. Langkah ini diharapkan mendorong kemajuan industri farmasi nasional melalui pendekatan berbasis sains dan regulasi adaptif.

“Kami menantikan diskusi yang produktif lebih lanjut dengan A*STAR terkait berbagai bidang kepentingan bersama. Khususnya dalam pengembangan produk terapi lanjutan,” ujar Taruna Ikrar dalam kunjungan kerja di Singapura, Selasa, 21 April 2026.

Taruna menyebutkan saat ini terdapat 5 fasilitas sel punca yang telah memperoleh sertifikat Good Manufacturing Practice. Selain itu, terdapat 34 fasilitas lain yang masih mendapatkan pendampingan regulatori dari BPOM secara berkelanjutan.

Pihak A*STAR mengapresiasi pendekatan BPOM termasuk model kolaborasi Academia-Business-Government dalam mempercepat translasi riset. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan inovasi manufaktur serta memperluas akses terapi yang lebih cepat.

A*STAR juga melihat peluang kerja sama lanjutan melalui penyelarasan regulasi dan penguatan infrastruktur riset. Mereka membuka peluang diskusi teknis mendalam untuk mendukung pengembangan kapasitas riset ke depan.

Dalam kunjungan ke Singapore General Hospital, Taruna juga mempelajari sistem kesehatan berbasis bukti. “Kami memandang SGH sebagai pusat unggulan di kawasan, khususnya dalam pendekatan terintegrasi antara layanan klinis, riset, serta penggunaan produk medis yang aman dan efektif,” katanya.

Melalui rangkaian kunjungan kerja bilateral di Singapura, BPOM kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem regulasi yang adaptif, transparan, serta berbasis bukti ilmiah. Pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan kesehatan di Singapura turut mendorong kesinambungan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Momentum tersebut diharapkan tidak hanya memperluas jaringan kerja sama internasional yang telah terjalin selama ini. Selain itu, langkah ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung pengembangan sistem kesehatan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....