IDI Ingatkan Risiko Tingginya Penularan Campak pada Tenaga Kesehatan
- 10 Apr 2026 15:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penularan campak yang tinggi meningkatkan risiko bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan, meski data rinci kasus belum tersedia.
- Penurunan cakupan imunisasi anak memicu celah kekebalan, sehingga orang dewasa—terutama dengan komorbid—menjadi lebih rentan.
- Pemerintah dan IDI mengimbau vaksinasi serta penerapan PHBS untuk mencegah penyebaran campak lebih luas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti tingginya risiko penularan campak yang tidak hanya berdampak pada masyarakat umum. Tetapi juga tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan layanan medis.
Meski belum ada data rinci jumlah nakes yang terpapar, tren peningkatan kasus campak turut berpotensi meningkatkan risiko pada tenaga kesehatan. Demikian disampaikan oleh Humas IDI, Muhammad Makky Zamzami.
"Satu orang bisa menularkan hingga banyak orang. Sehingga nakes menjadi kelompok yang sangat berisiko tertular," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 10 April 2026.
Ia menegaskan pentingnya langkah pencegahan cepat, termasuk perlindungan bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien campak. Upaya preventif dinilai krusial untuk menekan risiko penularan di fasilitas layanan kesehatan.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti pentingnya vaksinasi campak pada kelompok dewasa. Selama ini, vaksinasi lebih difokuskan pada anak-anak, namun penurunan cakupan imunisasi dapat meningkatkan kerentanan pada orang dewasa.
"Jika cakupan imunisasi anak menurun, maka akan muncul celah kekebalan di masyarakat. Hal inilah yang berdampak pada kelompok dewasa," ucapnya, menjelaskan.
Ia menambahkan, orang dewasa dengan penyakit penyerta atau gangguan imunitas memiliki risiko lebih tinggi jika terpapar campak. Kelompok ini membutuhkan perlindungan ekstra, termasuk melalui vaksinasi.
Ia mengimbau masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Dan memastikan perlindungan melalui vaksinasi guna mencegah penyebaran campak yang lebih luas.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menegaskan masyarakat tidak perlu menunggu hingga sakit untuk melakukan imunisasi. Ia mengingatkan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam dan ruam merah.
"Jangan tunggu sakit. Kalau ada gejala, segera ke fasilitas kesehatan, jangan menunda," katanya.
Menurutnya, imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar dari penularan campak. Selain itu, masyarakat diminta tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti menjaga kebersihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....