Kemenkes Beberkan Alasan Prioritaskan Vaksin Campak untuk Nakes Indonesia

  • 10 Apr 2026 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenkes memprioritaskan vaksinasi campak bagi nakes di 14 provinsi dengan kasus tertinggi untuk menekan penularan.
  • Sistem pendataan terintegrasi digunakan untuk memastikan seluruh nakes tervaksin, disertai monitoring dan evaluasi berkala.
  • Vaksin dinilai efektif mencegah gejala berat, sementara daerah seperti Kota Palu mencatat kasus tertinggi dan siap dari sisi logistik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) di empat belas provinsi di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menekan lonjakan kasus di sejumlah wilayah.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan, penetapan prioritas tersebut didasarkan pada tingginya angka kasus campak. Selain nakes aktif, tenaga kesehatan magang juga termasuk dalam kelompok sasaran vaksinasi.

"Fokus kita saat ini pada wilayah dengan peningkatan kasus tertinggi. Sehingga vaksinasi tidak dilakukan secara merata di seluruh provinsi," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 10 April 2026.

Menurutnya, vaksinasi ini merupakan bagian dari strategi penanganan wabah (outbreak) agar penularan dapat ditekan. Khususnya di lingkungan fasilitas kesehatan yang berisiko tinggi.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kemenkes akan mengandalkan sistem pendataan dan pelaporan yang terintegrasi. Setiap nakes yang telah menerima vaksin akan tercatat, kemudian dilakukan evaluasi dan penelusuran ulang bagi yang belum mendapatkan vaksin.

"Semua data nakes sudah terdata. Nanti akan dimonitor dan dievaluasi untuk memastikan cakupan vaksinasi," ucapnya.

Ia menekankan, vaksinasi campak efektif dalam memberikan perlindungan, terutama dalam mencegah gejala berat apabila terjadi infeksi. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan tambahan.

Ia berharap, prioritas vaksinasi bagi tenaga kesehatan di wilayah dengan kasus tinggi ini dapat memperkuat ketahanan sistem layanan kesehatan sekaligus menekan penyebaran campak secara lebih luas.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan logistik vaksin dalam kondisi aman, khususnya untuk kelompok balita. "Seluruh sasaran balita siap kami vaksinasi, tidak ada masalah dari sisi logistik," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Syahriar.

Ia mengatakan Kota Palu mencatat jumlah kasus suspek campak tertinggi di Sulawesi Tengah. Dari total 895 kasus yang dilaporkan hingga pekan ke-12 tahun 2026, sebanyak 542 kasus berasal dari Kota Palu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....