Pemerintah Targetkan Indonesia Mandiri Layanan Transplantasi Organ
- 10 Apr 2026 14:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Indonesia menargetkan akan mandiri dalam layanan transplantasi organ sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri
- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut RSUP Fatmawati kini menjadi rumah sakit pemerintah ketiga yang mampu melakukan transplantasi hati
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia menargetkan akan mandiri dalam layanan transplantasi organ sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. Upaya ini terus diperkuat melalui pengembangan layanan transplantasi di sejumlah rumah sakit pemerintah.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut RSUP Fatmawati kini menjadi rumah sakit pemerintah ketiga yang mampu melakukan transplantasi hati. Langkah ini menandai penguatan layanan transplantasi organ nasional sekaligus upaya pemerintah memperluas akses pengobatan pasien di Indonesia.
“Ini memang bukan yang pertama di Indonesia. Sudah ada dua rumah sakit milik pemerintah lainnya seperti RSCM, RSUP Sardjito yang sudah melakukan transplantasi hati,” kata Dante Saksono Harbuwono saat diwawancarai awak media di RSUP Fatmawati Jakarta, 10 April 2026.
Menurutnya, pengembangan transplantasi hati dilakukan melalui kolaborasi internasional dengan Seoul National University Hospital di bawah supervisi Kwang Woong Lee. Kerja sama ini bertujuan mempercepat transfer pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga medis Indonesia.
“Dengan bekerja sama dengan Profesor Lee, kita harapkan ada transfer knowledge dan transfer skill kepada dokter-dokter tim transplantasi hati di Fatmawati. Sehingga ada learning curve yang terus berjalan dan akhirnya bisa mandiri,” kata Dante.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengembangkan layanan transplantasi dengan menyiapkan sejumlah kandidat pasien. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran tim medis.
“Proses transplantasi ini akan kita kembangkan terus dan ada beberapa kandidat yang siap dilakukan transplantasi dan kita pilihkan sebagai learning curve. Saya sarankan untuk kasus-kasus yang sederhana dulu yang tidak banyak komplikasi,” ujarnya.
Dante menekankan keberhasilan transplantasi organ sangat bergantung pada kerja sama tim medis multidisiplin dalam setiap tahapan penanganan pasien. Kolaborasi dokter bedah, penyakit dalam, radiologi, anestesi, hingga spesialis lain diperlukan untuk memastikan perawatan pasien berjalan optimal.
“Yang paling penting setelah transplantasi dilakukan adalah adanya tim yang bekerja secara holistik. Mulai dari dokter bedah, dokter penyakit dalam, radiologi, jantung, hingga anestesi,” ucap Dante menuturkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....