Bukan Hanya Haus, Ini Sinyal Tubuh saat Mengalami Dehidrasi

  • 02 Apr 2026 16:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Dehidrasi terjadi ketika asupan cairan tubuh lebih rendah dibandingkan cairan yang hilang akibat aktivitas sehari-hari dan keringat. Kondisi ini menyebabkan fungsi organ terganggu sehingga tubuh menjadi lemas, pusing, dan berisiko mengalami masalah kesehatan serius lainnya.

Sebanyak 55 hingga 80 persen berat tubuh manusia terdiri dari air yang berperan penting menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Air membantu sistem pencernaan, mengeluarkan racun, menstabilkan suhu tubuh, serta melumasi sendi agar tetap bergerak dengan baik optimal.

Berikut Penyebab serta Gejala Dehidrasi di kutip dari Halodoc:

Penyebab Dehidrasi:

1. Kurangnya Asupan Cairan

Kurangnya asupan cairan sepanjang hari terutama saat cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas fisik dapat memicu dehidrasi tubuh. Selain itu, keterbatasan terhadap air bersih ketika bepergian atau dalam situasi tertentu juga dapat meningkatkan risiko kekurangan cairan.

2. Keringat Berlebihan

Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan tubuh menghasilkan keringat berlebih sehingga cairan tubuh cepat berkurang secara signifikan. Selain itu, kondisi cuaca juga dapat mempengaruhi seseorang terkena dehidrasi.

Kondisi cuaca yang panas dan lembap dapat mempercepat proses penguapan cairan dari tubuh sehingga risiko dehidrasi meningkat semakin. Disisi lain, demam atau penyakit tertentu dapat meningkatkan suhu tubuh serta memicu keringat berlebih yang menyebabkan kehilangan cairan tubuh.

3. Penyakit

Terdapat sejumlah penyakit yang dapat menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya dehidrasi. Diantaranya diare dan muntah, demam tinggi, diabetes, hingga penyakit ginjal.

Diare dan muntah menyebabkan kehilangan cairan serta elektrolit tubuh secara besar sehingga meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi berat. Selain diare, demam tinggi juga dapat menyebakan terjadinya dehidrasi.

Hal itu dikarenakan demam tinggi meningkatkan laju metabolisme tubuh serta mempercepat penguapan cairan. Sehingga kebutuhan cairan harian menjadi lebih banyak sekali.

Sementara itu diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat sehingga tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar. Penyakit ginjal mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur keseimbangan cairan sehingga memicu ketidakseimbangan cairan berbahaya bagi tubuh keseluruhan.

4. Obat-obatan

Selain kurangnya asupan cairan, keringat berlebihan, dan penyakit, obat-obatan juga bisa menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya dehidrasi. Diantara penggunaan diuretik yang dimana dapat meningkatkan produksi urine.

Obat tersebut mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh dan berpotensi menyebabkan dehidrasi apabila digunakan berlebihan. Selain itu juga obat laksatif (obat pencahar) dapat berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Obat itu berfungsi mempercepat pergerakan usus. Jika berlebihan makan dapat menyebabkan kehilangan cairan melalui feses yang dapat memicu terjadinya dehidrasi pada tubuh.

5. Kondisi Lingkungan

Lingkungan kerja panas dan kering seperti pabrik atau lapangan terbuka juga meningkatkan kehilangan cairan tubuh sehingga memicu terjadinya dehidrasi. Selain itu, tinggal di daerah dengan ketinggian lebih tinggi menyebabkan pernapasan menjadi lebih cepat sehingga tubuh kehilangan cairan lebih banyak.

Gejala Dehidrasi

Ketika mengalami dehidrasi pada tingkat ringan hingga sedang seseorang biasanya akan merasakan beberapa gejala yang muncul pada tubuhnya:

1. Dehidrasi Ringan – Sedang:

  • Rasa haus.

  • Urine yang berwarna kuning gelap atau pekat.

  • Frekuensi dan volume buang air kecil mengalami penurunan.

  • Mulut terasa kering dan lengket.

  • Menjadi lebih mudah mengantuk dan mudah lelah.

  • Sering sakit kepala dan kesulitan berkonsentrasi.

  • Mengalami kram otot.

  • Tubuh demam.

  • Sulit buang air besar atau sembelit.

2. Dehidrasi Berat

Di sisi lain seseorang yang mengalami dehidrasi berat biasanya akan memperlihatkan berbagai gejala serius yang membahayakan kondisi tubuhnya:

  • Merasa sangat kehausan.

  • Jantung berdebar tak beraturan.

  • Mengalami penurunan tekanan darah.

  • Napas menjadi lebih cepat.

  • Mata terlihat cekung.

  • Kulit menjadi lebih kering dan kehilangan elastisitasnya.

  • Urine berwarna lebih gelap lagi, bahkan bisa tidak buang air kecil sama sekali.

  • Sakit kepala yang hebat.

  • Lebih sering mengantuk.

  • Terlihat linglung dan menjadi mudah marah.

  • Pingsan atau mengalami penurunan kesadaran.

  • Kejang.

Dehidrasi merupakan kondisi yang sering terjadi, namun sebenarnya dapat dicegah serta diatasi dengan penanganan yang tepat sejak awal. Mengenali tanda-tanda dehidrasi sangat penting agar dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Konsumsilah air putih atau cairan lainnya secara cukup sepanjang hari, terutama ketika beraktivitas fisik atau berada di lingkungan panas. Apabila mengalami tanda dehidrasi berat, sebaiknya segera mencari bantuan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. (Agnes Claudia Ohoira)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....