Bahaya Kesehatan, DPR Sarankan Masyarakat Tidak Makan Daging Non-Konsumsi

  • 31 Mar 2026 11:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi IX DPR RI menyorot, kasus tujuh orang warga Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dilaporkan mengalami gejala keracunan
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menyarankan, masyarakat Indonesia tidak menyantap daging non-konsumsi seperti anjing dan kucing
  • DPR juga tengah membahas regulasi yang akan melarang perdagangan hewan non-konsumsi

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi IX DPR RI menyorot, kasus tujuh orang warga Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dilaporkan mengalami gejala keracunan. Ketujuh warga yang keracunan mamakanan itu, tepatnya setelah menyantap daging anjing.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menyarankan, masyarakat Indonesia tidak menyantap daging non-konsumsi seperti anjing dan kucing. "Selain alasan etika dan kesejahteraan hewan, yang tidak kalah penting adalah risiko kesehatan masyarakat," kata politikus PDIP ini dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa 31 Maret 2026.

Charles menjelaskan, mengkonsumsi daging anjing berpotensi menyebarkan penyakit. "Termasuk (penyakit) rabies, yang merupakan penyakit mematikan," ucap Charles.

Menurut Charles, kasus di Mamuju ini merupakan peringatan keras memakan daging non-konsimsi memiliki risiko kesehatan tinggi. Aspek keamanan pangan di masyarakat, dinilainya perlu diperkuat.

"DPR juga tengah membahas regulasi yang akan melarang perdagangan hewan non-konsumsi, termasuk anjing dan kucing. Ini penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi masyarakat," ujar Charles.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tujuh warga dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi daging anjing di Mamuju. Korban terdiri dari pemuda, remaja, anak-anak, hingga seorang balita.

Peristiwa itu terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, pada Minggu, 29 Maret. Para korban mencakup satu pria 23 tahun dan enam lainnya berusia 2 hingga 14 tahun.

Kejadian bermula saat seorang petani berinisial JS melihat anjing muntah pada pagi hari. Ia kemudian memutuskan menyembelih dan mengolah daging anjing tersebut.

“Kemudian JS berinisiatif memotong anjing tersebut dan memasaknya,” kata Kapolsek Kalumpang Ipda Lukman Rahman dalam keterangan persnya, Senin, 30 Maret 2026. Daging yang telah matang lalu dikonsumsi oleh beberapa warga setempat.

Tak lama setelah makan, dua warga mulai merasakan mual dan muntah hebat. Kondisi ini kemudian diikuti warga lain yang turut menyantap hidangan tersebut.

“Sekitar pukul 15.30 Wita, lima orang mengalami kondisi memburuk dan segera dievakuasi,” ujar Lukman. Mereka langsung dibawa ke Puskesmas Karama untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketujuh korban kini masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Polisi menduga anjing tersebut telah terpapar racun sebelum dikonsumsi.

“Dugaan sementara, anjing tersebut sebelumnya memakan racun sehingga menyebabkan keracunan,” ucapnya. Hal itu diperkuat karena hewan tersebut sempat muntah sebelum disembelih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....