Kemenkes Siapkan Vaksinasi Campak untuk Tenaga Kesehatan

  • 30 Mar 2026 18:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis sebagai upaya perlindungan kelompok rentan.
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi satu kasus suspek campak pada dokter berinisial AMW (26) di Cianjur.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis sebagai upaya perlindungan kelompok rentan. Langkah tersebut tengah disiapkan melalui analisis ilmiah terkait penggunaan vaksin yang ada saat ini.

“Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana,” kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni saat konferensi pers Update Kasus Campak di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

“Secara cepat kami juga siapkan analisis daripada uji vaksinnya. Uji klinisnya, terkait dengan program vaksin yang digunakan saat ini,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Andi menyebut sekitar delapan persen kasus campak tercatat terjadi pada kelompok usia dewasa. Namun mayoritas kasus campak masih ditemukan pada balita di berbagai wilayah Indonesia.

“Dari 10 kasus kematian pada 2026, terdapat satu kasus pada usia dewasa 25 tahun. Sementara lainnya umumnya pada balita,” ujar Andi.

Andi menyebut perlindungan campak optimal jika seseorang telah menerima imunisasi campak dan rubella dua kali sejak usia dini. Namun pada orang dewasa, imunitas lemah dan penyakit penyerta dapat meningkatkan risiko tertular campak.

“Kondisi seperti HIV/AIDS, diabetes, kanker, hipertensi, serta intensitas paparan tinggi menjadi faktor risiko. Khususnya bagi tenaga kesehatan,” ucap Andi menegaskan.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi satu kasus suspek campak pada dokter berinisial AMW (26) di Cianjur. Hal tersebut memicu kewaspadaan penularan masyarakat luas.

Kepala Biro Kesehatan Aji Muhawarman menyebut pasien mengalami demam, ruam merah, dan sesak napas yang semakin memburuk. “Pasien diduga mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” kata Aji Muhawarman saat dikonfirmasi, Jumat, 27 Maret 2026.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, Aji menyebut kondisi pasien terus menurun hingga akhirnya dirawat di RSUD Cimacan pada 26 Maret 2026. Ia mengatakan tim medis disebut telah memberikan penanganan sesuai standar yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....