Menkes Ungkap Empat Anak Meninggal akibat Kesehatan Jiwa
- 09 Mar 2026 14:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat empat anak usia 11 hingga 14 tahun meninggal akibat gangguan kesehatan jiwa selama 2026. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut keempat kasus tersebut tercatat terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.
“Dalam tahun 2026 ini sudah ada empat anak yang meninggal. Usianya 11 sampai 14 tahun, terjadi di NTT, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur,” kata Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menegaskan anggapan bahwa masalah kesehatan mental hanya dialami keluarga tidak mampu tidak sepenuhnya benar. Kondisi tersebut juga ditemukan pada anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi lebih baik.
“Ini tidak hanya terjadi pada keluarga miskin. Kita lihat juga terjadi pada keluarga kelas menengah bahkan menengah ke atas,” ucap Menkes Budi.
Kini, kata Menkes Budi, pemerintah mulai melakukan skrining kesehatan jiwa melalui program Cek Kesehatan Gratis untuk anak. Selama ini, menurutnya, gangguan kesehatan mental baru diketahui setelah kondisinya sudah berdampak serius.
“Dulu kesehatan jiwa baru kita ketahui ketika sudah ada dampaknya. Karena memang belum dilakukan skrining secara sistematis,” ucap Menkes Budi.
Ia menyebut dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining dari total sasaran 25 juta anak. Sementara, lanjut Budi, hasil menunjukkan hampir 10 persen anak mengalami gejala gangguan kesehatan mental.
“Sekitar 4,4 persen atau 338 ribu anak memiliki gejala kecemasan atau anxiety disorder. Lalu sekitar 363 ribu anak atau hampir 4,8 persen memiliki gejala depresi,” kata Budi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin Rapat Sinkronisasi Koordinasi dan Pengendalian Pencegahan dan Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa Anak. Rapat tersebut memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani meningkatnya kasus kesehatan jiwa pada anak.
"Sebagaimana kita mengikuti pemberitaan di media, ada urgensi besar terkait kesehatan jiwa anak. Berbagai kasus yang terjadi sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa tren masalah kesehatan jiwa pada anak terus meningkat," ujar Pratikno.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....