BPJS Kesehatan Luncurkan Program Tanggap untuk Serap Aspirasi Publik
- 04 Mar 2026 22:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan program terbaru untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Inovasi tersebut bertujuan untuk merumuskan arah kebijakan strategis organisasi secara transparan dan senantiasa berbasis data lapangan.
Peresmian Program BPJS Kesehatan Tanggap (Tangkap Aspirasi, Gapai Solusi ) berlangsung di Kantor Pusat BPJS Kesehatan Jakarta. Jajaran direksi mengundang sejumlah perwakilan kementerian negara guna memastikan integrasi program berjalan lebih optimal.
"BPJS Kesehatan Tanggap bukanlah seremoni belaka, melainkan sebuah komitmen otentik untuk membuka ruang dialog yang setara, menjadi wadah menyerap aspirasi secara sistematis dan terstruktur, sehingga setiap masukan yang jujur dan konstruktif dapat menjadi fondasi bagi kebijakan yang lebih tepat sasaran," ujar Prihati Pujowaskito, Direktur Utama BPJS Kesehatan, saat memberikan sambutannya, Rabu, 4 Maret 2025.
Skema baru itu nantinya akan mengintegrasikan suara rakyat Indonesia sebagai bagian dari landasan perancangan rencana tahunan. Manajemen lembaga akan menyebarkan instrumen survei daring guna menjaring berbagai pandangan kritis dari beragam kelompok masyarakat.
Pengelolaan mekanisme ini rencananya turut melibatkan kementerian negara demi menjaga stabilitas Penerima Bantuan Iuran (PBI). Pihak penyelenggara berusaha mencegah timbulnya defisit finansial melalui perhitungan matang mengenai biaya pelayanan medis secara akurat.
"Targetnya adalah mendapatkan aspirasi pemangku kepentingan terkait dengan kesehatan sosial dan BPJS Kesehatan tentu saja. Dan yang penting sinkron dengan quick win yang tadi kami akan harmoniskan dan sekaligus kita tetapkan segera dari 100 hari kerja direksi," ujar Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Sutopo Patria Jati.
Sutopo berencana segera melakukan validasi hubungan antarsistem kesehatan demi memformulasikan strategi perlindungan bagi penduduk Indonesia. Agenda tersebut akan menjadi sebuah landasan utama dalam upaya pencapaian visi serta misi baru jajaran pimpinan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan pihak manajemen penjamin sosial agar tetap memberikan dukungan terhadap akses medis. Arahan itu disampaikan agar seluruh warga mendapatkan hak pelayanan medis yang berkualitas tinggi secara merata hingga daerah.
Sinergi lintas sektor dianggap sebagai instrumen sangat vital guna menjaga keberlanjutan pembiayaan jaminan kesehatan bagi jutaan warga. Penguatan pelayanan pada tingkat pertama diharapkan mampu mengurangi angka rujukan menuju rumah sakit secara sangat signifikan sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....