BPJS Kesehatan Meluncurkan Tabungan NADI JKN bagi Pekerja Informal

  • 04 Agt 2026 22:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan program Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (NADI JKN) bagi pekerja informal.
  • Program tabungan iuran ini dihadirkan guna meningkatkan angka keaktifan peserta jaminan kesehatan nasional sebesar 80,25 persen.
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mendukung mekanisme pemotongan saldo harian bagi 3.147 pengemudi ojek daring terdaftar.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan program Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (NADI JKN). Inovasi keuangan mikro tersebut secara khusus ditargetkan guna meningkatkan keaktifan kepesertaan masyarakat sebesar 80,25 persen.

Kegiatan peluncuran program berskala nasional itu diselenggarakan secara tatap muka pada hari Selasa, 4 Agustus 2026. Sistem pembayaran baru ini dirancang khusus untuk meringankan beban finansial bulanan bagi kelompok pekerja rentan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan mekanisme tabungan iuran dalam kegiatan peluncuran tersebut. Uji coba pelaksanaan sistem konvensional perorangan kini sedang berlangsung pada lima kantor cabang daerah.

"Dan ini menjadi peran atau kesempatan kita untuk bisa membantu teman-teman ojol ini bagaimana membayar iuran dengan cara mencicil, menabung harian sehingga dia bisa kumpulkan sebesar Rp35.000 untuk kelas 3, Rp7.000-nya dibantu pemerintah untuk bisa menjadi peserta aktif. Menurut undang-undang, peserta aktif adalah mereka yang membayar iuran," kata Pujo.

Pujo menegaskan seluruh masyarakat pekerja harian membutuhkan pola pembayaran iuran yang lebih fleksibel. Kerja sama strategis bersama lembaga koperasi daerah diharapkan mampu menjamin kelangsungan pembayaran iuran peserta.

"Sebetulnya banyak rakyat atau masyarakat tuh yang sudah sadar bahwa cakupan perlindungan kesehatan ini sangat penting, dia sudah paham, dia memahami. Tetapi sekali lagi, penghasilannya harian dan kadang-kadang pas," katanya.

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Lula Kamal menyampaikan aspirasi mengenai skema pendaftaran peserta berbasis komunitas. Skema digital kolektif memungkinkan masyarakat mendaftar melalui aplikasi mitra resmi secara bertahap setiap minggu.

"Hari ini adalah peluncuran dari program Menabung Demi Iuran JKN atau NADI JKN. Kenapa saya bilang 'make it happen' dari mimpi saya? Karena saya adalah orang yang bawel banget cerita bagaimana kemudian orang-orang yang pekerjaannya harian dan memang dapat upahnya harian, mereka akan sulit kalau untuk menabung untuk bayar bulanan," ujar Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Lula Kamal.

Chief of Public Affairs PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) Dyan Sinto Ekopuri menyambut baik inovasi tersebut. Sebanyak 3.147 pengemudi ojek daring dilaporkan telah terdaftar aktif menjadi peserta program jaminan kesehatan.

"Oleh karena itu, kami sangat senang ketika teman-teman BPJS Kesehatan kemudian datang kepada kami dan kita berhasil meluncurkan apa yang kita sebut dengan program Daily Deduct Engine. Ini diharapkan bisa meng-address salah satu pain point atau salah satu tantangan di mana dengan adanya Daily Deduct Engine, teman-teman tidak usah harus direpotkan, tapi pada saat yang sama juga memenuhi sebagaimana yang disampaikan Mbak Lula Kamal tadi," ujar Dyan Sinto Ekopuri.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria memberikan apresiasi atas program tersebut. Kementerian terkait saat ini berfokus membangun puluhan ribu kawasan pedesaan melalui konsep kolaborasi pentaheliks.

"Terima kasih Pak Dirut. Saya langsung saja atas nama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sangat senang dan bersyukur hadirnya program NADI JKN, yaitu Nabung Demi Iuran BPJS Kesehatan," ucap Riza Patria.

Riza mendorong penggunaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra pilar edukasi layanan kesehatan masyarakat. Lembaga ekonomi pedesaan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan keaktifan kepesertaan masyarakat secara lebih optimal.

"Program ini bukan sekadar menghadirkan mekanisme pembayaran iuran, lebih dari itu NADI JKN menanamkan budaya baru kepada masyarakat Indonesia, yaitu budaya merencanakan masa depan, budaya hidup disiplin, dan budaya saling menjaga. Sesungguhnya masyarakat yang memiliki perlindungan kesehatan adalah masyarakat yang memiliki keberanian untuk bermimpi lebih besar, bekerja lebih keras, dan membangun keluarganya dengan lebih tenang, maju, dan sehat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....