Sempat Nonaktif, 21 Ribu Peserta BPJS PBI di Bekasi Bakal Jalani Reaktivasi
- 26 Feb 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Sebanyak 21 ribu peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN di Kabupaten Bekasi bakal menjalani proses reaktivasi. Hal ini dilakukan setelah sebelumnya status BPJS PBI mereka dinonaktifkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menjelaskan, total peserta BPJS PBI yang berstatus nonaktif 77 ribu. Dan dari jumlah tersebut sebanyak 21 ribu akan menjalani reaktivasi.
"Jadi dari total 77 ribu peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan ada 21 ribu yang akan reaktivasi. Maka tersisa 56 ribu peserta yang berstatus nonaktif," katanya, kepada wartawan, Kamis, 26 Februari 2026.
Asep mengaku tidak khawatir dengan jumlah peserta BPJS PBI yang berstatus nonaktif saat ini. Pasalnya kuota nonaktif tidak hilang melainkan dialihkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Bahkan menurutnya, ada kemungkinan kuota penerima BPJS PBI APBN di Kabupaten Bekasi ditambah oleh pihak pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian Sosial.
"Kalau kata Pak Menteri Sosial bukan dihilangkan atau dikurangi kuotanya, tapi dialihkan ke yang masuk kategori peserta PBI. Bahkan ada kemungkinan dilakukan penambahan kuota BPJS PBI," katanya.
Asep menambahkan, untuk menjamin agar BPJS PBI tepat sasaran, Pemkab Bekasi akan terus melakukan pemutakhiran data warganya. Tentunya dengan melibatkan seluruh instrumen yang ada.
Menurutnya, pemutakhiran data menjadi keharusan sebab data bersifat dinamis. Dengan kata lain terus berubah dari waktu ke waktu.
"Kuncinya ada di data, data harus akurat. Makanya kita terus melakukan pemutakhiran sebab data ini terus berubah dari waktu ke waktu," katanya.
Sementara itu, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf juga menekankan pentingnya akurasi data. Oleh karena itu Kemensos terus melakukan upaya perbaikan data.
"Data itu penting, makanya kami terus memperbaikinya agar akurat. Sehingga program-program pemerintah ini bisa tepat sasaran," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....