WHO Tekankan Urgensi Deteksi Dini pada Kanker Anak

  • 15 Feb 2026 12:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya meningkatkan angka kematian kanker anak secara global kini difokuskan pada deteksi dini dan akses terapi cepat. Mengutip WHO, diagnosis dini yang tepat meningkatkan peluang sembuh, mengurangi penderitaan, serta menekan biaya dan intensitas pengobatan.

WHO menyebut, diagnosis dini mencakup tiga komponen utama. Yakni kesadaran gejala oleh keluarga dan tenaga kesehatan, evaluasi klinis dan penentuan stadium, serta akses cepat ke terapi.

Gejala peringatan kanker, menurutnya, dapat berupa demam berkepanjangan, sakit kepala berat, nyeri tulang, atau penurunan berat badan. WHO sendiri menargetkan untuk meningkatkan angka kesintasan menjadi minimal 60 persen pada 2030.

Ibu Negara Uzbekistan, Ziroat Mirziyoyeva, menekankan bahwa lebih dari dua miliar anak di seluruh dunia berisiko atau sudah menderita penyakit tidak menular. “Itu hampir sepertiga dari populasi dunia, jutaan di antaranya sedang berjuang melawan kanker,” ujar Ziroat.

“Itulah mengapa kami meluncurkan Inisiatif Global WHO untuk Kanker Anak. Program ini telah membantu lebih dari 400 ribu anak di 80 negara berpendapatan rendah dan menengah,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Program ini didukung kolaborasi bersama International Agency for Research on Cancer dan International Atomic Energy Agency. Hal ini guna memperkuat diagnosis, pengobatan, serta akses obat esensial di berbagai negara.

Selain terapi kuratif, layanan paliatif juga ditekankan sebagai bagian penting perawatan sejak diagnosis. Layanan tersebut untuk meredakan nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien serta keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....